Abstrak
Kastengel dengan Substitusi Tepung Jagung dan Penambahan Bubuk Kayu Manis sebagai Produk Tinggi Serat Pangan
Oleh :
Alifia Karin Nurmayla - V1823004 - Sekolah Vokasi
Kastengel adalah salah satu jenis kue kering yang berbentuk batang kecil yang renyah
dengan rasa gurih keju yang khas dan warnanya keemasan. Pembuatan kastengel
dengan substitusi tepung jagung dan penambahan bubuk kayu manis bertujuan untuk
mengetahui proses produksi, menentukan formula terbaik berdasarkan uji sensoris,
menganalisis karakteristik kimia, dan mengevaluasi kelayakan usaha. Kastengel
dibuat dengan 3 formulasi dengan perbandingan tepung terigu : tepung jagung
masing-masing 75 g : 25 g (F1), 65 g : 35 g (F2), dan 55 g : 45 g (F3). Proses
pembuatan kastengel meliputi penimbangan bahan, pencampuran bahan,
pembentukan adonan, pencetakan, pengolesan kuning telur, penaburan keju parut,
pengovenan pada suhu 150℃ selama 30 menit, pendinginan, lalu pengemasan.
Berdasarkan uji sensori yang telah dilakukan, F3 adalah formulasi yang paling
disukai panelis (subtitusi tepung jagung 45%). Karakteristik kimia produk ini
meliputi, kadar air sebanyak 5,25 ± 0,28%, kadar abu 1,98 ± 0,21%, kadar lemak
32,24 ± 0,09%, kadar protein 4,16 ± 0,05%, kadar karbohidrat 56,34 ± 0,63%, dan
serat pangan 6,22 ± 0,01%. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, usaha kastengel
dinyatakan layak untuk dijalankan. Dengan kapasitas produksi sebanyak 440 toples
per bulan, didapatkan Harga Pokok Penjualan sebesar Rp 26.497, dengan
keuntungan 31% diperoleh harga jual produk sebesar Rp 35.000 per toples. Usaha
kastengel mencapai titik impas pada tingkat produksi 285 toples dan akan
mengalami pengembalian modal setelah produksi berjalan selama 10 bulan. Selain
itu, hasil analisis menunjukkan nilai B/C Ratio sebesar 1,32, NPV sebesar
138.716.993, IRR sebesar 115%.