Abstrak
PENERAPAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERBANTUAN MEDIA MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV A SD NEGERI 1 SELANG TAHUN AJARAN 2025/2026
Oleh :
Ratri Setyaningsih - K7122352 - Fak. KIP
Ratri
Setyaningsih. K7122352. Pembimbing: Dr. Achmad Basari Eko Wahyudi, M.Pd. PENERAPAN
MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERBANTUAN MEDIA
MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR IPAS
SISWA KELAS IV A SD NEGERI 1 SELANG TAHUN AJARAN 2025/2026.Skripsi.
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret,
Juli 2026. Penelitian
ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Student
Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Monopoli, (2)
mendeskripsikan penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan
media Monopoli dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar
IPAS siswa kelas IV A, (3) mendeskripsikan kendala yang ditemukan selama
penerapan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif
dengan subjek guru dan siswa kelas IV A SD Negeri 1 Selang yang berjumlah 20
siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data yang
digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan
triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan melalui
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) Langkah-langkah penerapan model Student
Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Monopoli untuk
meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV A SD
Negeri 1 Selang terdiri dari enam fase, yaitu: (a) menyampaikan tujuan dan
motivasi belajar, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
serta memotivasi siswa; (b) penyajian materi, guru menyajikan materi pelajaran
secara klasikal melalui presentasi atau media pembelajaran; (c)
pengorganisasian kelompok, guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil secara
heterogen (4-5 siswa); (d) pengerjaan kuis melalui media monopoli, siswa
bekerja sama dalam tim menggunakan media monopoli untuk memastikan seluruh
anggota memahami materi, sementara guru membimbing dan memfasilitasi jalannya
diskusi kelompok; (e) evaluasi, siswa mengerjakan kuis atau tes secara
individual untuk mengukur pemahaman materi, dilanjutkan dengan perhitungan skor
peningkatan individu (skor dasar dibandingkan skor kuis); (f) pemberian
penghargaan, guru memberikan penghargaan atau rekognisi kepada kelompok yang
mencapai kriteria skor peningkatan tertentu sebagai bentuk apresiasi. (2)
Penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan
media Monopoli dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar
IPAS siswa kelas IV A SD Negeri 1 Selang. Keterampilan kolaborasi mengalami
peningkatan dengan persentase pada pra-tindakan = 60%, siklus I = 86,88%,
siklus II = 90,94%, dan siklus III = 94,06%. Hasil belajar kognitif juga
meningkat dengan rata-rata nilai dari 64,75 (pra-tindakan) menjadi 85,53
(siklus I), 88,15 (siklus II), dan 95,45 (siklus III), dengan persentase
ketuntasan klasikal meningkat dari 30% (pra-tindakan) menjadi 75% (siklus I),
90% (siklus II), dan 100% (siklus III). (3) Kendala dalam penelitian ini meliputi
(a) pengelolaan waktu yang kurang efektif saat siswa bermain monopoli, (b)
pemahaman siswa terhadap aturan permainan monopoli yang masih beragam, (c)
keaktifan siswa dalam kelompok yang belum merata, (d) penguasaan materi IPAS
yang bervariasi antar anggota kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu
penerapan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan
media Monopoli dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar
IPAS siswa kelas IV A SD Negeri 1 Selang.