Abstrak
Bentuk dan Fungsi Penggunaan Bahasa pada Pemain Gim Daring Valorant
Oleh :
Marcella Wahyu Kristiyani - B0222042 - Fak. Ilmu Budaya
Tujuan
penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penggunaan bahasa dan fungsi
bahasa pada pemain gim daring Valorant. Hal ini dilatarbelakangi oleh fenomena
pemain dalam menggunakan variasi bahasa informal yang unik, seperti hibrida,
abreviasi, campur kode, dan istilah yang khas dalam kelompok tersebut.
Kemunculan gaya bahasa tersebut disebabkan oleh kreativitas pemain dalam
menciptakan kata baru serta kebutuhan efektifitas dalam berkomunikasi. Keunikan
pada pemakaian bahasa oleh para pemain menggambarkan dinamika sosial dan
menjadi menarik untuk dikaji, khususnya karena tingkat popularitas gim daring Valorant
yang cenderung tinggi di kalangan generasi muda.Penelitian
ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif karena data dinarasikan dengan
kata-kata dan tidak menggunakan angka atau statistik. Data yang
digunakan dalam penelitian ini mencakup satuan lingual yang berupa kata, frasa,
klausa, dan kalimat dalam penggunaan dan situasi kebahasaan yang diujarkan dan
dituliskan oleh para pemain ketika bermain gim daring Valorant. Data
didapatkan dari pemain gim daring Valorant dengan menggunakan metode
observasi dan wawancara, serta teknik rekam dan catat. Dalam analisis data,
penelitian ini memakai metode padan dengan teknik kontekstual.Hasil analisis data
dalam penelitian ini menunjukkan empat bentuk penggunaan bahasa, yakni: (1)
hibrida bahasa Indonesia dan bahasa asing; (2) abreviasi, yaitu penggalan,
singkatan, dan akronim; (3) campur kode yang didominasi unsur bahasa Inggris
dan terjadi pada tingkat kata, frasa, serta klausa; serta (4) istilah khusus.
Berdasarkan analisis teori SPEAKING, ujaran muncul dari pemain gim
daring Valorant. Pemain gim daring Valorant berperan sebagai
pemain satu, pemain dua, pemain tiga, pemain empat, dan pemain lima. Ujaran
atau tuturan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi, memberikan
perintah, memotivasi, atau mengekspresikan perasaan yang mencerminkan fungsi
bahasa: (1) fungsi emotif, (2) fungsi retorikal, dan (3) fungsi kognitif.