Abstrak


Reproduksi Praktik Sosial Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai di Pasar Jebres Surakarta


Oleh :
Verra Yuniar Kusumasari - D0322130 - Fak. ISIP

Peningkatan jumlah penduduk yang terus terjadi setiap tahunnya berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah, di mana sampah plastik menempati urutan kedua terbanyak dalam komposisi sampah rumah tangga di Indonesia. Berbagai kebijakan pengurangan sampah plastik telah diterapkan, termasuk regulasi mengenai pembatasan penggunaan kantong plastik. Namun demikian, penerapannya dinilai belum massif dan belum menyentuh secara menyeluruh lingkungan pasar tradisional sebagai salah satu ruang konsumsi plastik terbesar. Pasar Jebres Surakarta menjadi salah satu contoh penggunaan kantong plastik yang terbanyak saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mendalam tentang dimensi sosio kultural dan relasi yang melanggengkan praktik penggunaan kantong plastik di ruang pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu dengan menganalisis tiga konsep utama yakni habitus, modal, dan arena sebagai kerangka untuk memahami bagaimana praktik sosial terbentuk dan tereproduksi. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktor-aktor yang terlibat. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model pattern matching Robert K. Yin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima aktor menempati posisi berbeda dalam arena pasar dengan modal yang tidak merata, yang mana pedagang dan pembeli telah membentuk habitus yang membuat penggunaan kantong plastik dianggap hal yang wajar. Ketimpangan modal antaraktor menyebabkan tidak ada pihak yang cukup kuat untuk menghentikan praktik, sehingga program Pasar Minim Sampah yang diinisiasi Gita Pertiwi bersama dinas sebagai kolaborator belum mampu menghasilkan perubahan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reproduksi penggunaan kantong plastik terjadi karena arena, modal, dan habitus bekerja secara sinergis membuat praktik terus berulang meskipun upaya perubahan telah dilakukan.