Abstrak
Analisis Pengaruh Alokasi Belanja Publik dan Pertumbuhan
Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Negara ASEAN-5
Oleh :
Aurelia Shafa Maharani - F0122036 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Kemiskinan masih menjadi tantangan pembangunan di kawasan ASEAN-5 meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Penelitian ini menganalisis pengaruh belanja pendidikan, belanja kesehatan, belanja infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di ASEAN-5, dengan Foreign Direct Investment (FDI) sebagai variabel kontrol. Menggunakan data panel seimbang lima negara periode 2000–2024 (125 observasi) bersumber dari World Bank, penelitian ini menerapkan regresi data panel Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (R² = 0,8168). Secara parsial, belanja kesehatan (koefisien −6,3209) dan belanja infrastruktur (−1,5870) berpengaruh negatif dan signifikan, terbukti efektif menurunkan kemiskinan melalui peningkatan produktivitas, perlindungan finansial, serta perluasan akses ekonomi. Sebaliknya, belanja pendidikan berpengaruh positif dan signifikan (7,6414), mengindikasikan alokasi anggaran belum tepat sasaran. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan. FDI sebagai variabel kontrol tidak berpengaruh signifikan secara langsung, namun efektivitasnya meningkat secara signifikan ketika berinteraksi dengan infrastruktur. Temuan ini menegaskan bahwa belanja kesehatan dan infrastruktur adalah instrumen fiskal paling efektif dalam mengentaskan kemiskinan di ASEAN-5. Oleh karena itu, pemerintah perlu memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor kesehatan dan infrastruktur, memperbaiki ketepatan sasaran belanja pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif agar dampaknya terhadap penurunan kemiskinan lebih optimal.