Abstrak


Keanekaragaman Rayap dan Kadar N, P, K Tanah pada Tegakan Pinus dan Sonokeling dengan Curah Hujan Berbeda di KHDTK Gunung Bromo


Oleh :
Afida Hanif - H0222004 - Fak. Pertanian

Rayap (Isoptera) merupakan makrofauna tanah yang berperan sebagai detritivor yang memecah bahan organik menjadi partikel lebih halus. Rayap memanfaatkan serasah dan kayu mati sebagai sumber makanan, sehingga proses tersebut dapat mempercepat siklus hara. Penelitian dilakukan di KHDTK Gunung Bromo yang merupakan salah satu kawasan hutan pendidikan dengan ekosistem tropis yang ditanami berbagai jenis pohon, termasuk Pinus dan Sonokeling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan keanekaragaman rayap dengan kadar N, P, K dan C-organik tanah pada curah hujan yang berbeda. Metode sampling rayap yang digunakan yaitu metode Modified Belt-Transect dengan menghitung nilai diversitas rayap menggunakan indeks Shanon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman rayap (H’) tertinggi pada Tegakan Pinus dengan bulan kering yaitu 1,17 (tergolong sedang). Penelitian ini mengidentifikasi empat genus rayap: Microtermes, Macrotermes, Odontotermes, dan Schedorhinotermes. Hasil penelitian pada Tegakan Sonokeling dengan bulan kering memiliki nilai korelasi antara keanekaragaman rayap dengan kadar N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia, dan C-Organik tanah tertinggi; pinus bulan basah (r = 0.392*, r = 0,329*, r = 0,313*, and r = 339*), pinus bulan kering (r = 0,406**, r = 0,354*, r = 0,360*, and r = 380*), sonokeling bulan basah (r = 0,414**, r = 0,370*, r = 0,340*, and r = 394*), dan sonokeling bulan kering (r = 0,426**, r = 0,386*, r = 0,412**, and r = 425**).