Abstrak
HUBUNGAN DRUG RELATED PROBLEMS TERHADAP LUARAN TERAPI DAN LAMA RAWAT INAP PASIEN DM TIPE 2 DENGAN KOMORBID HIPERTENSI
Oleh :
Latifah Nur Khomariyah - M0622036 - Fak. Kedokteran
Diabetes melitus (DM) tipe 2 dengan komorbid
hipertensi berpotensi meningkatkan risiko polifarmasi dan drug related
problems (DRPs) yang dapat menghambat tercapainya luaran terapi optimal
serta memperpanjang lama rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran DRPs serta hubungannya terhadap luaran terapi dan lama rawat inap
pasien DM tipe 2 dengan komorbid hipertensi yang menjalani rawat inap di RS UNS
Surakarta. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cohort
retrospektif menggunakan data rekam medis periode tahun 2025. Sampel ditentukan
secara purposive sampling dengan
besar sampel minimal dihitung menggunakan rumus Lemeshow, lalu diperoleh
124 peresepan dari 123 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Identifikasi DRPs mengacu pada klasifikasi Pharmaceutical Care Network
Europe (PCNE) V-9 pada variabel penyebab (cause). Luaran terapi dinilai dari kontrol glikemik darah dan
tekanan darah, sedangkan lama rawat inap dihitung sejak tanggal masuk hingga
keluar rumah sakit. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji chi-square
dan uji fisher's exact sebagai
alternatif bila syarat uji chi-square tidak terpenuhi, melalui perangkat
lunak SPSS versi 21. Seluruh 124 peresepan teridentifikasi berpotensi
mengalami DRPs. Kategori terbanyak adalah C1.4 (kombinasi obat tidak tepat)
sebanyak 886 interaksi obat pada 123 peresepan, diikuti C1.6 (pengobatan tidak
diberikan atau tidak lengkap) sebanyak 21 peresepan. Hasil uji statistik
menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara DRPs kategori C1.4 dan C1.6
baik terhadap luaran terapi maupun lama rawat inap.