Abstrak
POTENSI ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania
grandiflora L.) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa
SERTA KUANTIFIKASI KUERSETIN MENGGUNAKAN KLT
DENSITOMETRI
Oleh :
Razita Fathya Usmarini - M0622084 - Fak. Kedokteran
Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum
terjadi, dengan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa sebagai dua
bakteri patogen utama penyebab infeksi kulit. Kemampuan kedua bakteri tersebut
membentuk biofilm menyebabkan peningkatan resistensi terhadap antibiotik,
sehingga infeksi kulit yang ditimbulkan semakin sulit diatasi. Daun turi (Sesbania
grandiflora L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang diduga
memiliki aktivitas antibiofilm. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas
penghambatan dan degradasi biofilm ekstrak etanol daun turi terhadap S. aureus
dan P. aeruginosa, serta mengidentifikasi dan menetapkan kadar kuersetin sebagai
senyawa penanda (marker compound) menggunakan metode KLT-Densitometri.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dan data
dianalisis menggunakan oneway ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil
menunjukkan persentase hambat tertinggi pada konsentrasi 0,333 mg/mL sebesar
28,75% (S. aureus) dan 17,85% (P. aeruginosa), sedangkan degradasi tertinggi pada
konsentrasi 1 mg/mL sebesar 19,93% (S. aureus) dan 9,03% (P. aeruginosa). Uji
ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan pada seluruh pengujian (p<0,0001),
dengan aktivitas antibiofilm meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Analisis
KLT-Densitometri menunjukkan nilai Rf sampel (0,57–0,58) mendekati standar
kuersetin, dengan kadar kuersetin sebesar 1,44%. Hasil ini membuktikan bahwa
ekstrak etanol daun turi diduga memiliki aktivitas antibiofilm signifikan terhadap
S. aureus dan P. aeruginosa, dengan kuersetin diduga berperan sebagai salah satu
senyawa aktif yang berkontribusi terhadap aktivitas tersebut.