Abstrak
Hubungan Stres, Pasien-Tenaga Kesehatan, Dukungan Keluarga, dan Persepsi Biaya Transportasi Terhadap Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis Paru
Oleh :
Tyas Cahya Pertiwi - S022408015 - Fak. Kedokteran
ABSTRAKLatar
belakang: Kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting dalam
keberhasilan terapi tuberkulosis paru. Berbagai faktor psikologis, psikososial,
sosial, dan ekonomi diduga berhubungan dengan tingkat kepatuhan pasien.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan stres, hubungan pasien–tenaga
kesehatan, dukungan keluarga, dan persepsi biaya transportasi terhadap
kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Kota Surakarta.Subjek
dan Metode: Penelitian ini menggunakan
desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dilakukan
pada 132 pasien dengan tuberkulosis paru sensitif obat pada fase lanjutan
pengobatan di 17 Puskesmas di Kota Surakarta. Sampel dipilih menggunakan teknik
purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah
ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner standar dan dianalisis
menggunakan model Generalized Ordered Logit Model.Hasil: Stres sedang (aOR=0.23; 95%CI=0.07–0.75; p=0.015),
stres berat (aOR=0.18; 95%CI=0.06–0.55; p=0.003), stres sangat berat (OR=0.02;
95%CI=0.03–0.12; p<0 aOR=40.84; CI=4.95–337.06; p=0.001), aOR=31.35; CI=4.70–208.97; aOR=0.31; CI=0.11–0.82; p=0.018)>0.05).Kesimpulan: Tingkat
stres, hubungan pasien–tenaga kesehatan, dan persepsi biaya transportasi
berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru, sedangkan
dukungan keluarga tidak berhubungan signifikan setelah dikontrol oleh variabel
lain. Hubungan pasien–tenaga kesehatan merupakan faktor yang paling dominan
berhubungan dengan kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru.