Abstrak


EVALUASI DRAWDOWN LOKAL AKIBAT PEMOMPAAN SUMUR DANGKAL MENGGUNAKAN SEEP/W DAN QGIS PADA LAHAN PERTANIAN KABUPATEN GROBOGAN


Oleh :
Dio Putra Nayendra - I0122056 - Fak. Teknik

Pemanfaatan sumur dangkal pada lahan pertanian berpotensi menimbulkan perubahan kondisi hidrolis lokal di sekitar sumur, terutama ketika pemompaan dilakukan secara berulang untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons drawdown lokal akibat pemompaan sumur dangkal pada lahan pertanian Poktan Sumber Agung, Desa Sulursari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan pendekatan empiris, pemodelan numerik menggunakan SEEP/W, dan analisis spasial menggunakan QGIS. Pemodelan SEEP/W digunakan untuk mengevaluasi respons hidrolis lokal pada satu sumur representatif melalui perubahan pressure head, total head, flow vector, water rate, dan drawdown. Analisis QGIS digunakan untuk memetakan sebaran sumur, menghitung jarak antar sumur, serta mengevaluasi potensi tumpang tindih zona pengaruh berdasarkan radius efektif buffer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah lokasi penelitian tergolong tanah berbutir halus dengan permeabilitas rendah, sehingga kemampuan aliran melalui matriks tanah homogen relatif terbatas. Pemompaan dengan kondisi batas flux menunjukkan respons hidrolis yang lebih besar karena debit pompa dipaksakan ke dalam model, sedangkan kondisi batas pressure head menunjukkan respons yang lebih merepresentasikan kemampuan pasokan tanah homogen berdasarkan parameter hidrolis model. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa zona pengaruh antar sumur tidak saling bertampalan berdasarkan pendekatan buffer. Pemodelan SEEP/W tetap menunjukkan perubahan hidrolis lokal di sekitar sumur meskipun analisis buffer tidak memperlihatkan tumpang tindih zona pengaruh antar sumur. Hasil penelitian ini perlu ditafsirkan sebagai evaluasi awal karena debit aktual merupakan debit keluaran pompa sesaat dan belum mewakili kapasitas akuifer berkelanjutan tanpa data pumping test.