Abstrak
ANALISIS MANAJEMEN ALIH MEDIA ARSIP GESANG MARTOHARTONO UNTUK PELESTARIAN BUDAYA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA SURAKARTA
Oleh :
Muhamad Miftahul Huda - V0723054 - Sekolah Vokasi
Muhamad Miftahul
Huda. V0723054. Analisis Manajemen Alih Media Arsip Gesang Martohartono untuk
Pelestarian Budaya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta. Program
Studi Diploma III Manajemen Administrasi. Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas
Maret, Surakarta. 2026.Arsip
milik Gesang Martohartono seniman legendaris pencipta lagu Bengawan Solo memiliki
nilai sejarah dan budaya yang tinggi, namun pelaksanaan alih media arsip di
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta belum berjalan secara optimal
akibat kondisi fisik arsip yang rusak, keterbatasan sumber daya manusia, serta
belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis manajemen alih media arsip Gesang Martohartono untuk
pelestarian budaya serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam
pelaksanaannya. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep manajemen
kearsipan, alih media arsip, Standar Operasional Prosedur (SOP) alih media
arsip, serta pelestarian budaya. Manajemen alih media arsip dianalisis melalui
empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengendalian.Penelitian
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 2 informan,
yaitu Aparatur Sipil Negara dan Arsiparis Ahli Pertama Bidang Perlindungan
Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa alih media arsip dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen
secara sistematis, meliputi identifikasi dan seleksi arsip, persiapan SDM dan
sarana prasarana, proses scanning, pemberian metadata, pengunggahan ke
Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN), hingga pengajuan sebagai Memori
Kolektif Bangsa (MKB). Kegiatan ini menghasilkan 55 arsip digital terdiri dari
16 arsip tekstual dan 39 arsip foto.
Kesimpulan
penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan alih media arsip Gesang Martohartono
telah berjalan cukup baik dan mampu mendukung pelestarian arsip budaya. Namun
masih terdapat kendala berupa kerusakan fisik arsip, keterbatasan SDM
berkompetensi, keterbatasan sarana prasarana digitalisasi, serta ketiadaan
pewaris langsung yang menyebabkan sebagian arsip hilang sebelum sempat
dialihmediakan. Diperlukan penguatan SDM, pengembangan sarana prasarana, dan
optimalisasi sistem pengelolaan arsip digital secara berkelanjutan.