Abstrak
Selter Bencana dengan Konsep Dual-function melalui Pendekatan Humanitarian Architecture di Kabupaten Magelang
Oleh :
Iqbal Muhammad Najmi - I0222068 - Fak. Teknik
Kabupaten
Magelang merupakan wilayah rawan erupsi Gunung Merapi yang membutuhkan
fasilitas evakuasi yang tidak hanya berfungsi saat bencana, tetapi juga dapat
dimanfaatkan pada kondisi normal. Selama ini Tempat Evakuasi Akhir (TEA)
cenderung bersifat pasif dan kurang optimal dalam pemanfaatan ruang di luar
masa darurat. Perancangan Selter Bencana ini menerapkan konsep dual-function,
yaitu bangunan yang berfungsi sebagai ruang publik sehari-hari dan dapat
bertransformasi menjadi tempat pengungsian saat bencana terjadi. Metode
perancangan meliputi analisis karakteristik bencana, kebutuhan pengungsi,
standar fasilitas evakuasi, studi preseden, serta kebutuhan ruang dan sistem
transformasi. Fleksibilitas ruang dicapai melalui organisasi ruang adaptif
serta elemen interior modular seperti partisi, furnitur multifungsi, dan sistem
penyimpanan yang memungkinkan perubahan konfigurasi tanpa modifikasi struktural
besar. Pada kondisi normal, bangunan digunakan sebagai ruang kuliner, aula,
pameran, perpustakaan, dan ruang kerja, sedangkan saat darurat dikonversi
menjadi area pengungsian, dapur umum, sekolah darurat, dan ruang pelayanan.
Pendekatan Humanitarian Architecture diterapkan untuk memastikan aspek
keamanan, kenyamanan, privasi, dan martabat pengungsi tetap terjaga. Integrasi
fungsi publik dan sistem modular menghasilkan selter yang aktif, adaptif,
efisien, dan berkelanjutan dalam merespons kondisi normal maupun darurat.