Abstrak


Bencana Alam dan Harga Rumah dengan Pendekatan Permintaan di Indonesia


Oleh :
Ariyanto Adhi Nugroho - T402202001 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini menganalisis dampak risiko bencana terhadap dinamika harga rumah di Indonesia dengan periode penelitian triwulanan selama kurun waktu Tahun 2012-2024. Objek penelitian terdiri dari 17 provinsi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan regresi data panel (Fixed Effect Model atau FEM) dan Difference-in-Differences (DiD) berbasis klaster kerawanan bencana. Klaster dibentuk untuk membedakan wilayah rawan bencana dan wilayah aman, dengan variabel dependen berupa harga rumah tipe kecil, menengah, dan besar. Hasil estimasi menunjukkan adanya heterogenitas dampak antar tipe pada pasar perumahan. Rumah tipe kecil mengalami penurunan harga yang lebih besar di wilayah rawan bencana, mencerminkan sensitivitas kelompok berpenghasilan rendah terhadap risiko lingkungan. Sementara itu, rumah tipe menengah dan besar menunjukkan pola adaptif, dengan koreksi harga yang relatif cepat pasca guncangan bencana. Fenomena ini memperlihatkan adanya kapasitas adaptif dan perilaku pasar yang berbeda berdasarkan karakteristik sosial ekonomi pembeli. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa risiko bencana berperan sebagai determinan struktural dalam pembentukan harga rumah, bukan sekadar faktor eksternal. Secara spasial, provinsi dengan pasar perumahan dinamis menunjukkan elastisitas harga yang lebih tinggi, sementara daerah dengan bencana berulang mengalami efek jangka panjang terhadap harga rumah tipe kecil. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi kebijakan perumahan nasional, terutama perlunya integrasi antara perencanaan tata ruang, mitigasi risiko bencana, dan kebijakan makroprudensial sektor perumahan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas literatur empiris tentang hubungan antara risiko bencana dan pasar perumahan di negara berkembang, sekaligus menawarkan pendekatan risk-informed housing policy yang relevan untuk mendukung ketahanan pasar perumahan Indonesia.