Abstrak
PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN TB AKTIF PADA TB LATEN YANG MENDAPATKAN TPT DAN YANG TIDAK MENDAPATKAN TPT PADA TAHUN 2022
Oleh :
Dwina Kinanti - S602202005 - Fak. Kedokteran
Dwina Kinanti, 2026,
Thesis. Perbedaan Angka Kejadian TB Aktif pada TB Laten yang mendapatkan TPT
dan yang tidak mendapatkan TPT pada tahun 2022. Pembimbing I: Prof. Dr. dr.
Reviono, Sp. P. (K)., FISR.; Pembimbing II: Dr. dr. Jatu Aphridasari, Sp. P.
(K)., FISR. Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran
Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ABSTRAKPERBEDAAN ANGKA KEJADIAN TB AKTIF PADA TB LATEN YANG
MENDAPATKAN TPT DAN YANG TIDAK MENDAPATKAN TPT PADA TAHUN 2022 Dwina Kinanti, Reviono,
Jatu AphridasariDepartemen
Pulmonologi dan Kedokteran RespirasiFakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret Surakarta / RSUD Dr. Moewardi Surakarta Latar belakang: Tuberkulosis (TB)
merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit infeksi menular di
dunia, termasuk Indonesia yang menempati urutan kedua setelah India dalam
jumlah kasus TB. Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) terbukti mampu menurunkan
risiko perkembangan TB Laten menjadi TB aktif. Tetapi tidak semua TB laten
menerima TPT.Tujuan: Penelitian ini
membandingkan perbedaan angka kejadian TB aktif pada TB laten yang menerima TPT
dan yang tidak menerima TPT.Metode: Penelitian ini
merupakan uji analitik observasional dengan pendekatan kohort-retrospektif
yang melibatkan 36 subjek TB Laten yang mendapatkan TPT dan yang tidak
mendapatkan TPT pada periode tahun 2022 sampai 2024 di Puskesmas Kota Surakarta.
Kelompok non TPT (n=18) sebagai kontrol dan kelompok TPT (n=18) akan dilakukan
wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan TCM sputum dan pemeriksaan rotgen
dada. Kemudian dari
hasil pemeriksaan dihitung angka kejadian TB aktif pada kedua kelompok.Hasil: Terdapat 2 kasus TBC aktif pada
kelompok Non TPT (11.1%) dan pada kelompok TPT tidak ditemukan kasus TBC aktif
(0%) . Kedua kasus TBC aktif terjadi pada usia lansia dengan status malnutrisi underweight,
dibandingkam dengan kondisi malnutrisi underweight pada kelompok TPT
(p = 0.021), hal ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok.
Sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian TPT dengan kondisi
malnutrisi underweight untuk mencegah progresi TB laten.Kesimpulan: Kelompok TB laten yang tidak mendapatkan TPT berisiko untuk berkembang
menjadi TB aktif di kemudian hari. Pemberian TPT terbukti efektif mencegah
berkembangnya TB laten menjadi TB aktif, terutama dalam kondisi malnutrisi
underweight, yang menjadi salah satu faktor risiko terinfeksi TB.