Abstrak


KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PROGRAM INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP)


Oleh :
Asti Wulan Sari - D0122018 - Fak. ISIP

Program Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui penyelenggaraan layanan kesehatan yang terintegrasi berdasarkan siklus hidup. Namun, tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Kota Surakarta serta rendahnya capaian Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Puskesmas Sibela dibandingkan dengan puskesmas lain di Kecamatan Jebres menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik setelah penerapan Program ILP perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan publik dalam Program ILP pada Klaster 3 (dewasa dan lanjut usia) di Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara pengunjung klaster 3, petugas klaster 3, dan petugas promkes puskesmas serta dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan dalam Program Integrasi Layanan Primer (ILP) khususnya pada klaster 3 (dewasa dan lanjut usia) dari dimensi kualitas interaksi, petugas kesehatan menunjukkan perilaku professional dan komunikatif dalam memberikan pelayanan. Namun, masih ditemukan petugas pada bagian administrasi yang kurang informatif dan kurang responsif terhadap kebutuhan pasien. Pada dimensi kualitas lingkungan fisik, kondisi lingkungan pelayanan bersih, nyaman, dan tertata. Walaupun begitu, ruang pelayanan menjadi lebih padat ketika beberapa jadwal pelayanan berlangsung secara bersamaan sehingga terjadi penumpukan pengunjung. Pada dimensi kualitas hasil, ketersediaan sarana dan prasarana dianggap telah lengkap dan memadai, ketersediaan obat yang lengkap juga turut mendukung pelayanan kesehatan. Akan tetapi waktu pelayanan menjadi lebih lama akibat penumpukan pasien pada klaster 3 yang jumlah kunjungan pasiennya paling tinggi dibandingkan dengan klaster lainnya serta jadwal penyuluhan dalam gedung belum terlaksana sesuai jadwal.