Abstrak


Analisis Determinan Gagal Bayar pada Peer-To-Peer Lending di Indonesia Periode 2021-2025


Oleh :
Thariq Afif Fitrachman - F0422059 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan risiko gagal bayar (Tingkat Wanprestasi 90 Hari/TWP90) industri Peer-to-Peer (P2P) lending di 34 provinsi Indonesia periode 2021–2025. Variabel independen yang dikaji secara spesifik meliputi average loan size, jumlah dana lender, dan tingkat inflasi, dengan pertumbuhan PDRB serta tingkat kemiskinan daerah sebagai variabel kontrol. Penelitian ini juga menguji peran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel moderasi terhadap hubungan antara besaran pinjaman dan probabilitas gagal bayar. Data sekunder berjenis panel bulanan bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan total 2.040 observasi digunakan secara utuh dalam penelitian ini. Pendekatan kuantitatif diaplikasikan melalui metode regresi data panel Random Effect Model (REM) Robust, disertai penggunaan analisis efek marjinal (margin testing) untuk mengevaluasi interaksi moderasi. Hasil estimasi menunjukkan average loan size berpengaruh negatif signifikan terhadap TWP90, membuktikan ketatnya prinsip kehati-hatian (prudential behavior) platform pada pinjaman bernominal besar. Inflasi dan pertumbuhan PDRB berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan kredit macet, sedangkan jumlah dana lender dan tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan. Temuan penting lainnya membuktikan bahwa IPM memoderasi pengaruh average loan size terhadap TWP90. Hasil margin testing mengungkap terjadinya anomali behavioral finance di wilayah dengan IPM tinggi; peningkatan ukuran pinjaman justru memicu lonjakan gagal bayar akibat bias overconfidence serta ilusi likuiditas masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan platform P2P lending disarankan mengimplementasikan kebijakan batas pinjaman dinamis (dynamic credit limits) yang menyesuaikan kondisi makroekonomi wilayah. Selain itu, penguatan edukasi literasi manajemen risiko utang masyarakat sangat penting untuk diterapkan.