Abstrak


Dampak dan Makna Visual Branding dalam Mendorong Daya Jual Usaha Batik Wahyu Kembar Sukoharjo


Oleh :
Eirene Rhema Trisakti - K3222018 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan visual branding pada media promosi Batik Wahyu Kembar, serta (2) menganalisis dampak dan makna visual branding pada media promosi Batik Wahyu Kembar dalam mendorong daya jual produk batik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data penelitian meliputi pemilik usaha, content creator, konsumen Batik Wahyu Kembar, media promosi Batik Wahyu Kembar, serta dokumen pendukung berupa Instagram Insight, ulasan Google Maps, ulasan Shopee, dan data performa toko pada marketplace. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis penerapan visual branding dilakukan menggunakan pendekatan Visual Methodologies Gillian Rose melalui modalitas teknologi, komposisi, dan sosial, sedangkan analisis makna visual menggunakan semiotika Roland Barthes melalui tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, Batik Wahyu Kembar telah menerapkan visual branding secara konsisten pada berbagai media promosi, yaitu kemasan produk primer dan sekunder, e commerce banner, infografis produk, katalog produk, dan video reels melalui penggunaan logo, tipografi, warna, imagery, dan secondary graphic. Kedua, berdasarkan analisis semiotika, visual branding tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga membangun makna mengenai kualitas, perfesionalitas, dan kepercayaan terhadap produk batik. Kegita, penerapan visual branding memberikan dampak positif dalam mendorong daya jual melalui meningkatnya pengenalan merek, terbentuknya persepsi positif konsumen, efektivitas promosi digital berdasarkan Instagram Insight, serta didukung oleh performa toko pada marketplace yang menunjukkan aktivitas penjualan, penilaian, dan ulasan konsumen yang baik.