Abstrak
Analisis Peran Stakeholder dalam Penurunan Angka Stunting Di Kota Semarang
Oleh :
Sibthi Aulanisa - D0122127 - Fak. ISIP
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder
dalam penurunan angka stunting di
Kota Semarang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam
pelaksanaan peran tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan
penelitian meliputi Bappeda, Dinas Kesehatan, DPPKB, Tanoto Foundation, kader
posyandu, dan masyarakat, sedangkan peran stakeholder
dianalisis menggunakan konsep Nugroho (2014). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa setiap stakeholder menjalankan
peran yang berbeda dan saling mendukung dalam upaya penurunan stunting. Bappeda berperan sebagai
policy creator dan koordinator, Dinas Kesehatan dan DPPKB sebagai fasilitator
sekaligus implementor, kader posyandu sebagai implementor di tingkat
masyarakat, serta Tanoto Foundation sebagai akselerator. Sinergi antar-stakeholder tersebut mendukung upaya
penurunan prevalensi stunting di Kota
Semarang dari 21,3% pada 2021 menjadi 10,4% pada 2022 dan 9,3% pada 2024.
Pelaksanaan peran stakeholder
didukung oleh komitmen antar-stakeholder,
dukungan kebijakan, ketersediaan anggaran, dan partisipasi masyarakat, tetapi
masih menghadapi hambatan berupa integrasi data antarinstansi yang belum
optimal, koordinasi yang belum maksimal, rendahnya kesadaran masyarakat, serta
keterbatasan kapasitas kader. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stakeholder telah menjalankan perannya
sesuai fungsi masing-masing, namun diperlukan penguatan koordinasi, integrasi
data, dan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan efektivitas dan
keberlanjutan upaya penurunan stunting
di Kota Semarang.