Abstrak
Hubungan Pendekatan Deep Learning dengan Keterampilan Fleksibilitas Kognitif Murid dalam Pembelajaran IPAS Kelas V Se-KKMI Kota Surakarta
Oleh :
Muhammad Hafidz 'alimuddin - K7122199 - Fak. KIP
Pendidikan abad ke-21 menuntut murid memiliki fleksibilitas kognitif
dalam memecahkan masalah pada mata pelajaran IPAS. Namun, realitas lapangan
menunjukkan nalar murid kelas V masih cenderung kaku dan terbiasa dengan
hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara
penerapan pendekatan Deep Learning (pembelajaran yang mindful, meaningful,
dan joyful) dengan keterampilan fleksibilitas kognitif murid. Penelitian
kuantitatif korelasional ini melibatkan sampel sebanyak 162 murid kelas V
se-KKMI Kota Surakarta yang dipilih menggunakan teknik cluster random
sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen Situational
Judgment Test (SJT) dan tes tertulis bentuk uraian. Hasil uji Pearson
Product Moment menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan
antara pendekatan Deep Learning dengan fleksibilitas kognitif (
;
), meskipun dalam kategori sangat lemah. Analisis
koefisien determinasi (
) menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning
memberikan kontribusi sebesar
terhadap
fleksibilitas kognitif, sedangkan
sisanya
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Temuan ini menyiratkan bahwa keluwesan
berpikir bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh batas kapasitas memori kerja (working
memory), tingkat kematangan kognitif biologis anak, serta pola bimbingan
guru. Meskipun demikian, pendidik dianjurkan untuk terus konsisten
mengintegrasikan elemen Deep Learning guna mencegah kebiasaan hafalan
kaku dan melatih keluwesan nalar murid secara bertahap.