Abstrak


Analisis Penerapan Sistem Pergudangan Berbasis Desentralisasi Di Hotel Alila Solo


Oleh :
Ahmad Zulafan Zakki - V1623006 - Sekolah Vokasi

Penelitian ini menganalisis penerapan sistem pergudangan berbasis desentralisasi di Hotel Alila Solo, yaitu pengelolaan persediaan yang diserahkan langsung kepada masing-masing departemen pengguna pada lima area penyimpanan: Kitchen, Housekeeping, Engineering, SPA, dan Beverage Store. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapannya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, menganalisis tingkat efektivitasnya, serta merumuskan rekomendasi bagi manajemen hotel. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan Storekeeper serta User pada kelima departemen, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen internal hotel. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem pergudangan berbasis desentralisasi dilandasi kebijakan grup Hyatt Hotels Corporation, dengan karakteristik yang berbeda pada tiap departemen. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan ruang penyimpanan (terutama pada Departemen Engineering), keterbatasan ketersediaan barang dari vendor, keterbatasan sumber daya manusia pengelola gudang, serta implikasi biaya dari pembelian dalam skala kecil. Tingkat efektivitas bervariasi antardepartemen, dengan kesenjangan yang cukup nyata pada aspek efisiensi ruang dan konsistensi pencatatan Stock, sebagaimana ditunjukkan oleh data kejadian Stockout pada Departemen SPA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pergudangan berbasis desentralisasi memberikan fleksibilitas pengelolaan barang, namun masih memerlukan perbaikan pada penataan ruang, koordinasi lintas fungsi, dan digitalisasi pencatatan. Sebagai bentuk realisasi rekomendasi, penelitian ini turut menghasilkan usulan tata letak gudang Engineering serta prototipe alat pembuat barcode untuk pencatatan persediaan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan narasumber dan data kuantitatif pada seluruh departemen.