Abstrak


Analisis Stabilitas dan Perilaku Numerik Multiblock Retaining Wall di Atas Tanah Kohesif dengan Pengaruh Muka Air Tanah


Oleh :
Aprila Sherly Puspitasari - I0122024 - Fak. Teknik

Multiblock Retaining Wall adalah salah satu sistem dari Mechanically Stabilized Earth (MSE) yang menggunakan blok modular beton sebagai facing dan perkuatan geogrid sebagai elemen yang menambahkan kekuatan di massa tanah terutama pada tanah kohesif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh muka air tanah yang bervariasi, meliputi kondisi kering, muka air tanah normal (MAT 1), dan muka air tanah kritis (MAT 2). Analisis dilakukan melalui perhitungan empiris berdasarkan pedoman Bina Marga (2009), metode keseimbangan batas yang sudah dimodifikasi menggunakan TensarSoil v.2.17.9, dan metode elemen hingga menggunakan PLAXIS v.2022.1.0.145. Penelitian menggunakan data tanah kohesif dengan sampel tanah diambil di Perumahan Green Hills, Kabupaten Boyolali. Sampel yang diambil kemudian dilakukan pengujian laboratorium mekanika tanah UNS dimana tanah kohesif tersebut secara khusus diklasifikan termasuk kedalam tanah lanau. Hasil penelitian ini menganalisis kestabilan lereng dan dinding MSE pada berbagai kondisi muka air tanah menggunakan PLAXIS 2D dan perhitungan empiris yang divalidasi dengan TensarSoil. Hasil analisis SF global pada PLAXIS 2D pada keadaan kering (4,301), MAT 1 (1,994), dan MAT 2 (0,9947) dengan displacement meningkat hingga 0,1494 m, Pada dinding MSE, stabilitas eksternal (guling, gelincir, daya dukung) dievaluasi pada tanah kohesif dan granular. Tanah granular memenuhi seluruh kriteria keamanan, sedangkan tanah kohesif tidak memenuhi syarat SF gelincir (1,25–1,49 < 1,5) dan guling sebesar 1,04 < 2,5 dengan SF terkecil sebesar sehingga memerlukan perkuatan tambahan atau dilaksanakannya perbaikan tanah. Perilaku lain selain dari displacement, yaitu pemeriksaan rembesan pada multiblock retaining wall yang menunjukkan bahwa hasil rembesan sangat kecil hingga mencapai 2,340×10⁻¹² m/day. Pemeriksaan adanya potensi uplift dilakukan dengan memeriksa displacement kearanya vertikal tapi dengan rembesan yang sangat kecil adanya uplift pada multiblock retaining wall disebabkan karena adanya tekanan air berlebih yang bekerja pada tanah. Validasi terhadap TensarSoil timbunan tanah granular menunjukkan selisih maksimum 11,72%, mengonfirmasi metode empiris cukup representatif dan konservatif. Hasil ini menegaskan pentingnya pengendalian muka air tanah serta pemilihan material timbunan granular untuk kinerja stabilitas yang optimal