Abstrak
ANALISIS EMOSI MENGGUNAKAN MODEL INDOBERT DAN INDOBERTWEET PADA KOMENTAR YOUTUBE TENTANG KECERDASAN BUATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEKERJAAN
Oleh :
Desnia Anindy Irni Hareva - M0722031 - Fak. MIPA
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence/AI) yang pesat mendorong diskusi publik di media sosial
Indonesia, khususnya mengenai dampaknya terhadap dunia kerja. Penelitian ini
bertujuan membandingkan kinerja model IndoBERT dan IndoBERTweet serta
menganalisis distribusi emosi publik Indonesia terhadap isu AI dan
ketenagakerjaan. Data dikumpulkan dari 25 kanal YouTube berbahasa Indonesia
melalui YouTube Data API v3 dalam rentang 1 Januari 2024 hingga 31 Desember
2025, menghasilkan 6.053 komentar berlabel. Dari pelabelan awal dengan tujuh
kelas emosi Ekman, dilakukan reduksi menjadi empat kelas final yang digunakan
dalam pemodelan, yaitu 'Kebahagiaan', 'Ketakutan', 'Kemarahan', dan 'Netral'.
Pelabelan dilakukan secara semi-otomatis menggunakan GPT-4o-mini dengan
strategi Few-Shot dan Chain-of-Thought, disertai validasi manual
pada 20% data dengan tingkat kesesuaian 85,22%. Data dibagi 80:20 menggunakan Stratified
Holdout menjadi data latih dan data uji, dengan penanganan
ketidakseimbangan kelas melalui Weighted Cross-Entropy Loss dan optimasi
hyperparameter menggunakan Grid Search berbasis 5-Fold
Stratified Cross-Validation pada data latih. Hasil menunjukkan IndoBERTweet
memperoleh performa terbaik dengan F1-Makro 66,91%, akurasi 67,00%, presisi
67,02%, dan Recall 67,08%, mengungguli IndoBERT di seluruh metrik
evaluasi. Analisis distribusi emosi pada 6.053 komentar menunjukkan
'Kebahagiaan' mendominasi (29,8%), diikuti 'Netral' (24,0%), 'Ketakutan'
(23,8%), dan 'Kemarahan' (22,4%), mencerminkan respons publik Indonesia yang
beragam namun tetap diiringi kecemasan yang cukup signifikan terhadap dampak AI
pada ketenagakerjaan.