Abstrak
ANALISIS PENERAPAN GENERATIVE AI QUILLBOT DALAM MEMBANTU KETERAMPILAN PARAFRASE SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMK
Oleh :
Maranatha Nur Chiesa - K3522042 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana
penerapan generative AI QuillBot dalam keterampilan parafrase siswa pada
pembelajaran Bahasa Inggris di SMK Negeri 1 Sawit; (2) mengetahui pandangan
siswa SMK Negeri 1 Sawit terhadap penggunaan generative AI QuillBot
dalam keterampilan parafrase pada pelajaran Bahasa Inggris; dan (3) mengetahui
tantangan yang dihadapi pada penerapan generative AI QuillBot dalam
keterampilan parafrase pembelajaran Bahasa Inggris di SMK Negeri 1 Sawit. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus
tunggal deskriptif. Subjek penelitian pada tahapan observasi kelas adalah siswa
kelas XI TJKT 2 SMK Negeri 1 Sawit yang berjumlah 24 siswa, yang kemudian
dipilih 8 siswa melalui teknik purposive criterion sampling untuk melakukan
wawancara mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi
langsung di kelas, wawancara mendalam berbasis 6 aspek keterampilan parafrase Liu & Lin (2022), serta dokumentasi. Validitas data diuji melalui
triangulasi sumber dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti dalam pengolahan
data. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi kondensasi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: (1) penerapan QuillBot dalam keterampilan parafrase siswa telah berjalan
sesuai dengan enam aspek utama. Pada aspek source text use dan key
points selection, siswa membaca teks dan menentukan ide pokok terlebih
dahulu sebelum menggunakan QuillBot. Pada aspek paraphrase strategies,
macro-understanding, micro-understanding, dan language accuracy,
siswa memanfaatkan QuillBot untuk mengganti sinonim otomatis, mengubah struktur
kalimat, serta memecah frasa panjang, namun siswa tetap melakukan pengecekan
ulang untuk menjaga makna tetap sesuai dan ketepatan tata bahasa; (2) pandangan
siswa terhadap QuillBot terbagi menjadi persepsi manfaat, bahwa QuillBot
membantu memahami isi teks, mempermudah proses parafrase, dan memperbaiki grammar.
Adapun sikap siswa terhadap AI menunjukkan kesadaran bahwa QuillBot tidak bisa
dijadikan acuan utama dan hasil dari QuillBot tetap harus diperiksa lagi; (3)
tantangan yang dihadapi siswa meliputi tantangan kebahasaan, seperti adanya
risiko pergeseran makna akibat salah memahami teks asli, sinonim yang tidak
sesuai konteks, kesalahan grammar, serta struktur kalimat yang terkadang
terlalu panjang. Tantangan teknis mencakup keterbatasan fitur gratis pada QuillBot
yaitu maksimal 125 kata yang membuat siswa melakukan segmentasi teks, serta
adanya potensi ketergantungan siswa pada teknologi AI.