Abstrak
Inovasi Cookies dengan Penambahan Tepung Sorgum dan Tepung Labu Kuning Sebagai Sumber Serat Pangan
Oleh :
Dwi Luki Maisa - V1823024 - Sekolah Vokasi
Cookies
merupakan
salah salah satu jenis kudapan ringan yang disukai banyak orang, karena
memiliki bentuk yang kecil, cita rasa yang manis, serta tekstur renyah. Pembuatan
cookies dengan penambahan tepung sorgum dan tepung labu kuning sebagai
sumber serat pangan merupakan inovasi produk pangan yang memanfaatkan tepung
sorgum dan tepung labu kuning sebagai bahan pangan lokal yang bernilai gizi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan cookies
dengan penambahan tepung sorgum dan tepung labu kuning, menentukan formula cookies
dengan penambahan tepung sorgum dan tepung labu kuning, menentukan formula
terbaik berdasarkan hasil uji sensoris, menentukan karakteristik kimia pada
formula terbaik, menyusun desain kemasan dan label produk, serta mengevaluasi kelayakan
usaha produk. Proses pembuatan cookies dengan penambahan tepung sorgum
dan tepung labu kuning yaitu persiapan
bahan baku, penimbangan bahan, pengayakan, pemixeran, pencampuran bahan kering,
penimbangan adonan, pembentukan, peletakkan pada loyang, pengovenan,
pendinginan, pengemasan. Formula yang digunakan terdiri dari
F1 13% (15gr) tepung sorgum : 29% (35gr) tepung labu kuning, F2 21% (25gr)
tepung sorgum : 21% (25gr) tepung labu kuning, F3 29% (35gr) tepung sorgum :
13% (15gr) tepung labu kuning. Berdasarkan metode De Garmo dan uji sensoris
yang telah dilakukan, formula terbaik adalah F3 dengan penambahan 29% (35gr)
tepung sorgum : 13% (15gr) tepung labu kuning. Karakteristik kimia produk meliputi kadar air 5,77%, kadar abu 1,30%,
kadar lemak 20,55%, kadar protein 3,64%, kadar karbohidrat 68,72%, kadar serat
pangan 4,55%. Produk dikemas menggunakan toples plastik jar sebagai
kemasan primer dengan label yang memuat informasi nama produk, berat bersih,
nama dan alamat produsen, nomor P-IRT, kalimat marketing, logo perusahaan,
komposisi, saran penyajian, informasi nilai gizi, petunjuk penyimpanan, kontak
yang dihubungi, tanggal kadaluwarsa, barcode, logo halal, serta logo
sampah. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa produk layak untuk dijalankan
dengan harga jual Rp 35.000 per toples, titik impas 224 toples, waktu balik
modal 7 bulan, ROI 13,64%, memiliki nilai NPV sebesar Rp 248.551.797, B/C Ratio
sebesar 1,49% serta IRR sebesar 162,39%.