Abstrak


KAJIAN TERJEMAHAN UNSUR-UNSUR KESEHATAN MENTAL DALAM KITAB MASHĀLICH AL-ABDĀN WA AL-ANFUS KARYA ABU ZAID Al-BALKHI


Oleh :
Hanifah Yauma Manista'la - B0522025 - Fak. Ilmu Budaya

Hanifah Yauma Manista’la. B0522525. Kajian Terjemahan Unsur-Unsur Kesehatan Mental dalam Kitab Mashālich al-Abdān wa al-Anfus Karya Abu Zaid al-Balkhi. Skripsi: Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penelitian ini membahas penerjemahan unsur-unsur kesehatan mental dalam kitab Mashālich al-Abdān wa al-Anfus karya Abu Zaid al-Balkhi yang diterjemahkan oleh Ariel Pramudya dengan judul “Kitab Kesehatan Mental”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pembahasan mengenai kesehatan mental di tengah masyarakat, tetapi kajian penerjemahan terhadap konsep dan unsur kesehatan mental dalam teks Arab masih belum banyak dilakukan. Padahal, kitab karya Al-Balkhi memuat pembahasan mengenai kondisi kejiwaan yang dijelaskan jauh sebelum berkembangnya psikologi modern seperti saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk satuan bahasa, teknik penerjemahan, dan kualitas terjemahan unsur-unsur kesehatan mental dalam kitab tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif  dengan data penelitian berupa kata dan frasa yang mengandung unsur kesehatan mental dalam teks bahasa Arab beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan teori satuan bahasa Mustafa al-Ghalayaini, teknik penerjemahan Molina dan Albir, serta kualitas terjemahan Nababan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 53 data unsur kesehatan mental yang terdiri atas 29 data berbentuk ism (55%), 13 data murakkab idhafi (26%), 9 data murakkab washfi (17%), dan 2 data murakkab ‘athfi (4%). Dominasi ism ini menunjukan bahwa unsur kesehatan mental lebih banyak berupa konsep abstrak yaitu nomina atau ism. Dari analisis teknik penerjemahan ditemukan enam teknik, dengan teknik modulasi sebagai teknik yang paling dominan sebanyak 27 data (51%). Selain itu ditemukan teknik padanan lazim 15 data (28%), partikularisasi 5 data (9%), amplifikasi 3 data (6%), generalisasi 2 data (4%), dan reduksi 1 data (2%). Dominasi teknik modulasi menunjukkan bahwa penerjemah banyak menyesuaikan sudut pandang makna agar unsur kesehatan mental dalam teks klasik lebih mudah dipahami pembaca bahasa Indonesia di masa kini yang sudah lebih modern. Adapun hasil penilaian kualitas terjemahan menunjukkan bahwa sebagian besar data memiliki tingkat keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan yang baik.