Abstrak


Penerapan Teknik Relaksasi STOP Untuk Menurunkan Stres Kerja Akibat Peran Ganda Guru SD di Kecamatan Sragen


Oleh :
Resantya Adista Maharani - V8122081 - Sekolah Vokasi

Latar Belakang: Guru sekolah dasar yang merangkap tugas sebagai bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menghadapi peran ganda yang berisiko menimbulkan konflik peran dan kelebihan beban kerja sehingga meningkatkan stres kerja. Survei pendahuluan di Kecamatan Sragen menunjukkan 90% guru yang merangkap sebagai bendahara BOS mengalami stres kerja tinggi, sementara belum tersedia program pengelolaan stres yang sistematis. Teknik relaksasi STOP (Stop, Take a Breath, Observe, Proceed) berbasis video dipilih karena sederhana, fleksibel, dan mudah diakses tanpa mengganggu aktivitas mengajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas teknik relaksasi STOP dalam menurunkan stres kerja akibat peran ganda pada guru SD yang merangkap tugas sebagai bendahara BOS di Kecamatan Sragen.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi-experimental one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan data dengan total sampling pada 37 responden. Intervensi berupa video teknik STOP berdurasi dua menit diberikan tiga kali seminggu selama tiga minggu melalui grup WhatsApp. Stres kerja diukur menggunakan Job Content Questionnaire (JCQ) modifikasi sebanyak 25 item, dianalisis dengan uji Paired Samples t-test.Hasil: Sebelum intervensi, 59,5% responden berada pada kategori stres kerja tinggi dan 40,5% kategori sedang. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori rendah. Rata-rata skor stres kerja menurun dari 93,11±5,03 menjadi 54,14±2,53 (selisih 38,97), dengan hasil uji signifikan (t=48,702; p<0,001) dan effect size besar (Cohen's d=8,01).Simpulan: Teknik relaksasi STOP berbasis media video efektif menurunkan stres kerja akibat peran ganda pada guru SD yang merangkap tugas sebagai bendahara BOS di Kecamatan Sragen.