Abstrak


Analisis Kesadaran Keamanan Siber pada Siswa dan Tenaga Pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan


Oleh :
Mustika Bintang Pramudya Santi - K3522053 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat kesadaran keamanan siber di kalangan siswa dan tenaga pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kota Surakarta; (2) menganalisis perbedaan tingkat kesadaran keamanan siber antara kelompok siswa dan tenaga pendidik di lingkungan SMK tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif. Pengukuran tingkat kesadaran siber mengadopsi kerangka kerja Academia Infosec Awareness Scale (AIAS) yang meliputi lima dimensi utama: Knowledge, Attitude, Behavior, Individual Responsibility, dan Social Influence.  Populasi dalam penelitian ini berjumlah 700 orang, yang terdiri dari 550 siswa dan 150 tenaga pendidik. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin (), sehingga diperoleh ukuran sampel sebanyak 255 responden (200 siswa dan 55 tenaga pendidik). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert 5 poin secara daring melalui Google Form. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik parametrik melalui uji Independent Sample t-test untuk pengujian hipotesis komparatif, setelah dilakukan uji prasyarat normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s Test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran keamanan siber siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata (Mean) sebesar 3,31, sedangkan tingkat kesadaran keamanan siber tenaga pendidik berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 4,19. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-test, diperoleh nilai t sebesar 38,042 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 253 dan nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka H₀ ditolak dan H₁ diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesadaran keamanan siber siswa dan tenaga pendidik di SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Negeri 3 Surakarta. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pekerjaan, tanggung jawab dalam mengelola data, serta pengalaman menggunakan sistem informasi sekolah berkontribusi terhadap tingginya tingkat kesadaran keamanan siber tenaga pendidik. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran keamanan siber pada siswa melalui penguatan literasi keamanan digital, pelatihan, dan integrasi materi keamanan siber dalam pembelajaran guna mendukung perlindungan data pribadi di lingkungan sekolah.