Abstrak
POLA BUDAYA PELAKU USAHA KECIL TERHADAP RISIKO BENCANA ALAM DI DESA PERENG KECAMATAN PRAMBANAN
Oleh :
Kinanthi Hayyu Siwi - K8422044 - Fak. KIP
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pola budaya risiko yang ada pada pelaku usaha
kecil dan mikro di Desa Pereng. Pola budaya risiko yang sudah diketahui
tersebut digunakan untuk mengenali lebih dalam bagaimana pelaku usaha kecil
yang tinggal di daerah rawan bencana menghadapi bencana, sehingga dapat
diketahui pendekatan yang tepat ke depannya. Melalui metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
semi-terstruktur dan dokumentasi. Proses wawancara melibatkan pelaku usaha
kecil yang tinggal di daerah rawan dengan pembagian 3 sektor usaha, yakni
bidang jasa, makanan, dan barang di Desa Pereng, Klaten. Dokumentasi dilakukan
melalui artikel, surat kabar, dan dokumen desa terkait bencana serta kerusakan
yang terjadi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling.
Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yakni data reduction, data display,
dan conclusion. Penarikan kesimpulan serta verifikasi data dilakukan secara
terus-menerus selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
para pelaku usaha kecil dan mikro memiliki perbedaan persepsi terhadap bencana
yang berpengaruh terhadap penentuan respons terhadap bencana. Mayoritas pelaku
usaha kecil dan mikro lebih khawatir mengalami kelumpuhan ekonomi dibandingkan
dengan bencana alam. Dengan menggunakan kerangka Cultural theory of risk
oleh Ellis, Thompson, dan Wildavsky, kombinasi antara cultural bias
(cara pandang terhadap alam) dan social relations (tipologi grid group)
menghasilkan pola budaya risiko di Desa Pereng. Pola budaya risiko yang muncul
bervariasi, didominasi oleh kelompok fatalistik dan egalitarian yang masing-masing
terdiri dari 33%, kemudian hierarkis 25% dan terakhir individualis 9%.
Munculnya variasi pola budaya risiko ini menunjukkan bahwa pendekatan mitigasi
bencana perlu disesuaikan dengan orientasi budaya masing-masing kelompok pelaku
usaha kecil