Abstrak
DINAMIKA PAGUYUBAN REMAJA ISLAM MADURA DI SURAKARTA TAHUN 1995-2025
Oleh :
Royha Nul Lutfi - B0422074 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji dinamika Paguyuban Remaja Islam Madura (PRISMA) di
Surakarta pada tahun 1995-2025. PRISMA merupakan organisasi sosial-keagamaan
masyarakat Madura yang berfungsi sebagai wadah penguatan solidaritas, identitas
budaya, dan nilai-nilai keislaman bagi masyarakat perantau Madura di Surakarta.
Kehadiran organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah migrasi orang
Madura ke Surakarta yang didorong oleh faktor ekonomi, jaringan kekerabatan,
dan tradisi merantau yang telah mengakar dalam budaya Madura. Permasalahan yang
dikaji dalam penelitian meliputi latar belakang berdirinya organisasi
masyarakat Madura di Surakarta, dinamika perkembangan PRISMA selama tahun
1995-2025, dan dampak eksistensinya terhadap kehidupan sosial-ekonomi anggota. Metode yang digunakan adalah metode
sejarah yang meliputi lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik
(pengumpulan sumber), kritik sumber (verifikasi), interpretasi, dan
historiografi. Sumber penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pendiri,
ketua, pengurus dan anggota PRISMA, didukung oleh dokumentasi organisasi, arsip
foto, serta berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel ilmiah, dan data
kependudukan. Seluruh sumber kemudian dianalisis secara kritis untuk memperoleh
rekonstruksi sejarah yang objektif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
PRISMA lahir dari kebutuhan masyarakat Madura di Surakarta untuk memiliki wadah
untuk menjaga persatuan, memperkuat identitas budaya, serta membina kehidupan
keagamaan di tengah masyarakat multietnis. Organisasi ini berkembang tidak
hanya menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti pengajian, yasin tahlil dan
sholawatan, tetapi juga kegiatan sosial, pendidikan, arisan, santunan, serta
pembinaan generasi muda. PRISMA turut berperan dalam memperluas jaringan sosial
anggotanya, terutama melalui hubungan kekeluargaan yang kuat dan solidaritas
antarsesama perantau. Profesi anggota yang didominasi sektor informal seperti
tukang cukur, pedagang dan usaha jasa lainnya menunjukkan adanya hubungan erat
antara organisasi dengan penguatan modal sosial masyarakat Madura di Surakarta. Kesimpulan menunjukkan bahwa PRISMA telah berkembang
menjadi organisasi yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan
identitas budaya dan solidaritas masyarakat Madura di Surakarta. Keberadaan organisasi
ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian nilai keagamaan dan budaya Madura,
tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial-ekonomi anggota
melalui jaringan sosial, kerja sama ekonomi, dan rasa kebersamaan. Sehingga,
PRISMA menjadi salah satu pilar penting dalam proses adaptasi dan integrasi
masyarakat Madura di Surakarta.