Abstrak
PENERAPAN PROGRAM WATER BREAK TERHADAP STATUS HIDRASI PADA PEKERJA DI PT PENSTONE AUTO INDONESIA
Oleh :
Ivan Satrio Hakim - V8122115 - Sekolah Vokasi
Pendahuluan: Pekerja PT Penstone Auto Indonesia
memiliki risiko tinggi terhadap perubahan status hidrasi pekerja akibat paparan
panas mesin produksi dan keterbatasan waktu minum, dibuktikan survei awal yang
menunjukkan 80% pekerja office memiliki skor gejala dehidrasi tinggi dan
hanya 30% pekerja minum lebih dari 2.000 mL/hari. Tujuan penelitian:
Mengetahui pengaruh water break terhadap status hidrasi pekerja di PT
Penstone Auto Indonesia. Metode: Menggunakan desain quasi –
experimental non – equivalent control group design with pre – test and post –
test pada 60 responden dari populasi 100 pekerja dengan teknik purposive
sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dengan rumus Federer.
Pengambilan data dilakukan seminggu menggunakan kuesioner status hidrasi,
formulir warna urine, dan formulir konsumsi cairan, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon
dan Mann – Whitney. Hasil: Hasil status hidrasi meningkat
signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,000) dengan kategori kurang menjadi
0% dan kategori baik naik dari 0% menjadi 70%. Uji Mann – Whitney
menegaskan perbedaan status hidrasi akhir kedua kelompok bermakna secara
statistik (p = 0,000), Kesimpulan: Water break efektif
memperbaiki status hidrasi pekerja sehingga disarankan diterapkan sebagai
kebijakan K3 tetap dengan sesi minum terjadwal yang terintegrasi ke program micro
break perusahaan.