Abstrak


PENGARUH IMBANGAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK TERHADAP EFISIENSI SERAPAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DI TANAH ALFISOL


Oleh :
Mohammad Tegar Abdiguna - H0222077 - Fak. Pertanian

Tanah Alfisol menjadi salah satu tanah yang cukup banyak tersebar di Indonesia, oleh karena itu tanah Alfisol memiliki potensi untuk dijadikan budidaya tanaman jagung manis. Tanah Alfisol memiliki masalah yaitu, pH agak masam, tingkat kesuburan yang sedang, kandungan bahan organik rendah, aktivitas mikroba terbatas dan KTK (Kapasitas Tukar Kation) yang rendah. Hal ini menjadi penyebab efisiensi serapan N, P, K di tanah Alfisol rendah, sehingga pertumbuhan tanaman jagung manis terpengaruh dan tidak optimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi serapan N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung manis (tinggi, diameter batang, dan jumlah daun) serta mengurangi penggunaan pupuk NPK tunggal dengan menggunakan imbangan POC dan NPK. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen di Laboratorium Jumantono, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga ulangan. Terdapat 10 perlakuan yaitu, A = kontrol, B = 1 N, P, K, C = ¾ N, P, K, D = 1 POC, E = ¾ N, P, K + ½ POC, F = ¾ N, P, K + 1 POC, G = ¾ N, P, K + 1½ POC, H = ½ N, P, K + ½ POC, I = ½ N, P, K + 1 POC, dan J = ½ N, P, K + 1½ POC. Parameter yang diamati pada penelitian ini untuk analisis tanah yaitu pH, N total tanah, P-tersedia, K-tersedia, sedangkan untuk analisis tanaman yaitu, N,P,K jaringan, serapan hara (N, P, K), efisiensi serapan hara (N, P, K), tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Analisis data menggunakan ANOVA, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang digunakan pada penelitian ini sudah memenuhi standar mutu minimal untuk pupuk organik cair pada pH dan C-organik, namun pada kandungan N, P2O5, dan K2O belum memenuhi standar mutu yang sesuai dengan Keputusan Kementerian Pertanian No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Imbangan POC dan pupuk NPK mampu meningkatkan efisiensi serapan N sebesar 22,62%, efisiensi serapan P sebesar 15,31%, efisiensi serapan K sebesar 16,50%, tinggi tanaman sebesar 2,07%,  diameter batang sebesar 8,74%, dan jumlah daun sebesar 1,80% dari penggunaan NPK tunggal. Perlakuan F (¾ N, P, K dan 1 POC) merupakan dosis imbangan paling optimal karena mampu menghasilkan efisiensi serapan N, P, K,  dan pertumbuhan tanaman jagung manis yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan tertinggi yaitu perlakuan G (¾ N, P, K dan 1½ POC), serta mengurangi penggunaan pupuk NPK sebesar 25%.