Abstrak
EKSPLORASI KREATIVITAS GURU MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI RUANG DIGITAL INOVATIF DALAM PERSPEKTIF LITERASI DIGITAL
Oleh :
Zahra 'arf Walidain - K3522084 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk kreativitas guru dalam
memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai ruang digital inovatif, (2)
mendeskripsikan kompetensi literasi digital guru dalam pembuatan konten edukasi
di TikTok, dan (3) menganalisis peran literasi digital dalam memfasilitasi
kreativitas guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan subjek 4 guru aktif pengguna TikTok sebagai media pembelajaran (2 guru
lembaga formal, 2 guru lembaga nonformal) yang dipilih melalui purposive
sampling. Data dikumpulkan secara daring melalui wawancara terstruktur,
observasi nonpartisipan terhadap jejak digital narasumber, dan dokumentasi,
lalu dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (reduksi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan) berbantuan ATLAS.ti. Validitas data diuji
melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian
menunjukkan kreativitas guru tercermin dalam empat aspek Torrance Test of
Creative Thinking, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration,
dengan flexibility sebagai pusat yang menghubungkan ketiga aspek lainnya. Ide konten guru bersumber dari kebutuhan
pembelajaran nyata di kelas, sementara keterbatasan durasi TikTok justru
menjadi wadah kreativitas. Kompetensi literasi digital guru mengacu pada empat
kompetensi inti Gilster (1997), yaitu internet searching, hypertextual
navigation, content evaluation, dan knowledge assembly, yang membentuk sistem
saling bergantung, dengan level keempat narasumber berkembang menuju kognisi
kritis dan kesadaran etis. Literasi digital menjadi landasan struktural bagi
kreativitas guru melalui hubungan timbal balik: pencarian materi mendukung
kelancaran dan keluwesan berkarya, navigasi informasi kritis memperkaya
kedalaman elaborasi, kesadaran etis menopang orisinalitas yang bertanggung
jawab, dan kemampuan merakit pengetahuan mendukung pembuatan konten
terstruktur. Literasi digital dengan demikian menjadi elemen yang memfasilitasi
terwujudnya kreativitas guru sebagai inovasi pembelajaran bermakna di ruang
digital.