Abstrak


ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR SUMBER PANAS TERHADAP KINERJA SIKLUS RANKINE ORGANIK PADA SISTEM PANAS BUMI LOOP TERTUTUP


Oleh :
Gilang Catur Pamungkas - K2522030 - Fak. KIP

Kebutuhan energi listrik saat ini terus meningkat, namun pengembangan sumber energi bersih masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar; namun, pemanfaatannya belum optimal karena sistem panas bumi konvensional tergantung pada keberadaan fluida reservoir, permeabilitas batuan, dan mekanisme reinjeksi. Salah satu teknologi yang dapat diimplementasikan adalah sistem panas bumi loop tertutup berbasis CO₂, yang berfungsi sebagai media pembawa panas dari bawah permukaan. Panas yang diangkut oleh CO₂ kemudian dapat dimanfaatkan oleh Organic Rankine Cycle (ORC) untuk menghasilkan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur sumber panas CO₂ terhadap kinerja ORC dalam sistem geothermal loop tertutup. Metode yang digunakan adalah komputasi numerik dengan Python dan CoolProp untuk menghitung sifat termodinamika dari CO₂ dan fluida kerja R245fa. Variasi temperatur sumber panas yang diterapkan adalah 100°C, 120°C, 140°C, 160°C, dan 180°C, sementara parameter lainnya dijaga konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur sumber panas berdampak positif terhadap kinerja ORC. Daya turbin meningkat dari 62,459 kW pada temperatur 100°C menjadi 369,174 kW pada temperatur 180°C. Daya bersih juga meningkat dari 60,865 kW menjadi 347,876 kW, dan efisiensi termal meningkat dari 9,219% menjadi 15,369%. Semua skenario memenuhi batas minimum pinch point sebesar 5°C. Efisiensi eksergi tertinggi dicapai pada temperatur 140°C, yaitu sebesar 49,983%. Berdasarkan analisis daya bersih dan efisiensi termal, skenario terbaik diperoleh pada temperatur sumber panas 180°C.