Abstrak
EVALUASI CARBON FOOTPRINT BERBAGAI PERLINDUNGAN LERENG PANTAI PADANG GALAK MENGGUNAKAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT
Oleh :
Helang Ramadan - I0122090 - Fak. Teknik
Wilayah pesisir Indonesia
menghadapi tekanan abrasi dan erosi yang dapat memengaruhi kestabilan lereng
pantai. Pemilihan sistem perlindungan lereng perlu mempertimbangkan kinerja
teknis dan dampak lingkungan karena setiap alternatif memiliki karakteristik
material, tingkat kestabilan, dan emisi karbon yang berbeda. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi dan membandingkan kinerja stabilitas serta Carbon
Footprint empat variasi perlindungan lereng Pantai Padang Galak,
Bali, yaitu concrete mattress, gabion mattress, rubble
mound breakwater dengan geotekstil, dan tetrapod dengan geotekstil.
Analisis dilakukan menggunakan data sekunder dan pendekatan Life
Cycle Assessment (LCA) dengan batas sistem cradle-to-installation
yang mencakup tahap produksi material (A1–A3), transportasi (A4), dan instalasi
(A5). Kinerja stabilitas dievaluasi berdasarkan perubahan nilai Safety
Factor (ΔSF) antara kondisi eksisting dan kondisi dengan perkuatan,
sedangkan Carbon Footprint dihitung menggunakan metode emission
factor dan dinyatakan dalam kg CO₂-eq/m'. Evaluasi gabungan
dilakukan menggunakan indeks efektivitas yang membandingkan peningkatan Safety
Factor terhadap Carbon Footprint yang dihasilkan.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa seluruh variasi perlindungan meningkatkan nilai Safety
Factor dibandingkan kondisi eksisting. Concrete mattress
menghasilkan ΔSF sebesar 0,478, gabion mattress sebesar 0,432, rubble
mound breakwater dengan geotekstil sebesar 0,330, dan tetrapod
dengan geotekstil sebesar 0,548. Hasil LCA menunjukkan Carbon
Footprint masing-masing sebesar 51,419; 20,362; 25,645; dan 85,044
kg CO₂-eq/m'. Tahap produksi material (A1–A3) menjadi kontributor emisi
terbesar pada concrete mattress dan tetrapod,
sedangkan tahap transportasi (A4) mendominasi pada gabion mattress
dan rubble mound breakwater. Berdasarkan indeks
efektivitas, rubble mound breakwater dengan
geotekstil memiliki nilai tertinggi sebesar 5,15%, diikuti gabion
mattress (5,11%), tetrapod dengan geotekstil (2,58%), dan concrete
mattress (2,24%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rubble
mound breakwater dengan geotekstil merupakan alternatif yang paling
efisien berdasarkan perbandingan peningkatan kestabilan terhadap Carbon
Footprint.