Abstrak
Lingkungan Belajar Digital dan Analog dalam Pembelajaran Matematika: Studi Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Motivasi Belajar Siswa.
Oleh :
Aditya Faizal Achmad - K1322002 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan
pengaruh antara penggunaan lingkungan belajar digital dan lingkungan belajar
analog terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; (2) Perbedaan
pengaruh antara tingkat motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah
terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; dan (3) Interaksi antara
faktor lingkungan belajar dengan faktor motivasi belajar terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian
kuantitatif ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain
faktorian 2 2. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa
kelas VIII SMP ABBS Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster
random sampling untuk menentukan kelas eksperimen (lingkungan belajar analog)
dan kelas kontrol (lingkungan belajar digital). Instrumen yang digunakan
meliputi angket motivasi belajar siswa untuk mengklasifikasikan variabel
moderator, serta tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah
Analisis Variansi (ANAVA) Dua Jalan Sel Tak Sama dengan pengujian prasyarat
analisis menggunakan uji Lilliefors untuk normalitas dan uji Bartlett untuk
homogenitas pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa:
(1) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan
lingkungan belajar digital dan lingkungan belajar analog terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa; (2) Terdapat pengaruh yang sangat signifikan
dari tingkat motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis,
di mana siswa dengan motivasi belajar tinggi mencatatkan rerata marginal yang
jauh lebih unggul (52,91) dibandingkan siswa dengan motivasi belajar rendah (36,04);
dan (3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara faktor lingkungan
belajar dengan faktor motivasi belajar dalam memengaruhi kemampuan pemecahan
masalah matematis siswa. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa
ketahanan psikologis internal berupa motivasi belajar menjadi prediktor utama
keberhasilan kognitif siswa dalam menyelesaikan soal-soal non-rutin, sementara
penggunaan medium luar baik berbasis digital maupun analog memberikan dampak
yang setara ketika dikendalikan oleh model pembelajaran yang sama.