Abstrak
DETERMINAN INFRASTRUKTUR DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN ,DIGITAL DAN ENERGI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA STUDI KASUS PULAU JAWA 2015-2025
Oleh :
Rarasati Kusuma Hananti - F0122125 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang
digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia melalui tiga dimensi
utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Meskipun Pulau
Jawa memiliki nilai IPM yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di
Indonesia, masih terdapat kesenjangan antarprovinsi yang menunjukkan belum
meratanya kualitas pembangunan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh infrastruktur dasar kesehatan lingkungan (sanitasi layak
dan air bersih layak minum), akses listrik, dan akses internet terhadap indeks
pembangunan manusia di 6 Provinsi Pulau Jawa pada periode 2015-2025. Hasil
penelitian menunjukan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen
berpengaruh signifikana terhadap indeks pembangunan manusia. Metode yang
digunakan adalah regresi data panel dengan model Random Effect model
(REM) Secara parsial, variabel sanitasi
layak dan akses internet berpengaruh positif signifikan terhadap indeks
pembangunan, sedangkan variabel air bersih layak minum dan akses listrik tidak
berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. Temuan ini
menegaskan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan
pemanfaatan teknologi informasi berperan penting dalam meningkatkan kualitas
pembangunan manusia. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus memperluas akses
sanitasi yang layak dan meningkatkan pemerataan infrastruktur digital untuk
mendorong peningkatan IPM secara berkelanjutan di Pulau Jawa.