Abstrak


PENCIPTAAN MOTIF BATIK BERSUMBER IDE PABRIK GULA TASIKMADU, KARANGANYAR


Oleh :
Rifqi Afifan - K3222041 - Fak. KIP

Rifqi Afifan, K3222041 Pembimbing Endang Sri Handayani, S.Sn.,M.Sn. PENCIPTAAN MOTIF BATIK BERSUMBER IDE PABRIK  GULA TASIKMADU, KARANGANYAR. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Juli 2026.  Pabrik Gula Tasikmadu merupakan salah satu peninggalan industri gula pada masa kolonial yang memiliki potensi visual, historis, dan budaya. Berbagai unsur yang terdapat di dalamnya, seperti tradisi julen, mesin giling, lori tebu, dan timbangan tebu, memiliki nilai estetis yang berpotensi dikembangkan menjadi motif batik. Selain itu, potensi alam dan budaya Kabupaten Karanganyar, turut melengkapi sumber ide penciptaan. Penciptaan ini bertujuan untuk menciptakan karya motif batik, dengan mendeskripsikan sumber ide penciptaan motif, proses penciptaan motif batik, serta visualisasi motif batik yang bersumber ide Pabrik Gula Tasikmadu. Metode yang digunakan melalui tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap perancangan dilakukan melalui observasi, dan studi pustaka untuk memperoleh data mengenai objek yang dijadikan sumber ide penciptaan. Tahap perancangan meliputi pembuatan alternatif desain, pemilihan desain terpilih, dan penyusunan gambar kerja sebagai acuan proses berkarya. Tahap perwujudan dilakukan dengan  teknik batik tulis melalui proses mola, pencantingan, pewarnaan, fiksasi, pelorodan, hingga penyelesaian akhir. Hasil penciptaan berupa enam karya batik tulis berukuran 200 x 115 cm, yaitu motif Lereng Lori Manggis, motif Sido Giling, motif Pustaka Giling Lawu, motif Lori Grahita, motif Mulyo Kinasih Mekanika, dan motif Mayang Sugarcane. Setiap karya mengadaptasi bentuk visual Pabrik Gula Tasikmadu sebagai motif utama yang dipadukan dengan unsur buday dan potensi alam Kabupaten Karanganyar sebagai motif pendukung, sehingga menghasilkan motif batik yang memiliki nilai estetis sekaligus mengandung makna filosofis. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi inovasi dalam pengembangan motif batik berbasis kearifan lokal serta berkontribusi dalam pelestarian identitas budaya, sejarah, dan potensi daerah Kabupaten Karanganyar.