Abstrak
HUBUNGAN ANTARA KADAR TRIGLISERIDA SERUM DAN HEPATOSTEATOSIS DINILAI MENGGUNAKAN MRI IDEAL-IQ (Proton Density Fat Fraction/PDFF)
Oleh :
Madona Clara Yosinta Djoka - S212302004 - Fak. Kedokteran
HUBUNGAN ANTARA KADAR TRIGLISERIDA SERUM DAN HEPATOSTEATOSIS DINILAI MENGGUNAKAN MRI IDEAL-IQ (Proton Density Fat Fraction/PDFF)ABSTRAK Latar Belakang: Hepatosteatosis didefinisikan sebagai akumulasi trigliserida pada lebih dari 5% hepatosit dan diperkirakan memengaruhi 30–40% populasi dewasa global dengan angka tertinggi pada pria berusia 30–55 tahun. Biopsi hati masih menjadi gold standart namun bersifat invasif serta memiliki risiko prosedural. Di sisi lain, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan teknik IDEAL-IQ untuk kuantifikasi proton density fat fraction (PDFF) memberikan alternatif non invasif yang tervalidasi dan berkorelasi kuat dengan histopatologi (r = 0,82; p < 0,001). Kadar trigliserida serum merupakan parameter metabolik yang mudah diakses yang diusulkan sebagai penanda akumulasi lemak hati namun data yang secara spesifik menghubungkan kadar trigliserida serum dengan nilai kuantitatif MRI-PDFF masih terbatas pada populasi klinis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar trigliserida serum dengan hepatosteatosis menggunakan MRI IDEAL-IQ (PDFF) di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 60 pasien dewasa yang menjalani MRI abdomen dengan protokol IDEAL-IQ serta memiliki data pemeriksaan kadar trigliserida serum dalam rentang 12 minggu dari waktu pencitraan. Pasien dengan tumor hati kronis atau riwayat trauma hepar dieksklusikan. Subjek dipilih menggunakan teknik total sampling. Nilai PDFF dikategorikan menjadi tanpa steatosis (<5,56%), steatosis ringan (5,56–<16,3%), sedang (16,3–<21,7%) atau berat (≥21,7%). Normalitas data dinilai dengan uji Shapiro-Wilk, mengingat distribusi kadar trigliserida tidak normal, hubungan antara kadar trigliserida dan PDFF dianalisis menggunakan Spearman's rank correlation dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Dari 60 subjek, 35 orang (58,3%) berjenis kelamin laki-laki; rerata usia adalah 54,3 ± 13,7 tahun dengan kelompok usia terbanyak pada rentang 46–60 tahun (n = 29; 48,3%). Rerata PDFF adalah 5,55 ± 2,18% (rentang 1,10–11,30%), dan median kadar trigliserida adalah 195 mg/dL (IQR 195; rentang 46–721 mg/dL). Berdasarkan nilai PDFF, 31 subjek (51,7%) mengalami steatosis ringan dan 29 subjek (48,3%) tidak mengalami steatosis; tidak ditemukan kasus steatosis sedang maupun berat. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara kadar trigliserida serum dan PDFF (rs = 0,648; p < 0,001; n = 60).Kesimpulan: Kadar trigliserida serum menunjukkan korelasi positif yang kuat dan signifikan dengan derajat steatosis hepatis yang dikuantifikasi melalui MRI IDEAL-IQ (PDFF), mendukung potensinya sebagai parameter metabolik komplementer yang mudah diakses untuk menilai akumulasi lemak hati.