Abstrak


Hubungan Pola Asuh Grandparenting dengan Kemandirian Anak Usia 4-6 Tahun di Desa Pringanom Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen


Oleh :
Alfi Muna Fauziyyah - K8122005 - Fak. KIP

Kemandirian anak usia dini merupakan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Kemandirian pada anak usia dini penting karena dapat membantu anak menjadi lebih percaya diri, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta memiliki kemampuan sosial dan emosional yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh grandparenting dengan kemandirian anak usia 4-6 tahun di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh kakek atau nenek sebagai pengasuh anak. Instrumen penelitian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas sebelum digunakan. Uji validitas dilakukan menggunakan metode Pearson Product Moment. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa pada skala pola asuh grandparenting terdapat 13 item valid dan 2 item tidak valid, yaitu nomor 3 dan 14, sedangkan pada skala kemandirian anak terdapat 18 item valid dan 3 item tidak valid, yaitu nomor 7, 19, dan 21. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan Alpha Cronbach yang menunjukkan bahwa kedua instrumen reliabel, dengan skor reliabilitas pola asuh grandparenting sebesar 0,871 dan kemandirian anak sebesar 0,803. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS 26, dan hasil analisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,070 (>0,05) dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0,310, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh grandparenting dengan kemandirian anak usia 4-6 tahun. Meskipun hubungan bersifat positif, kekuatan hubungan berada pada kategori rendah, sehingga kemandirian anak dipengaruhi juga oleh faktor lain seperti lingkungan sekolah, pengalaman sosial, karakteristik individu anak, tingkat pendidikan pengasuh, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.