Abstrak


SOLUSI UNTUK MENGATASI KESEDIHAN PADA SEPULUH GEGURITAN DALAM ANTOLOGI GEGURITAN CATHETAN KANGGO LINTANG KARYA IRUL S. BUDIANTO (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA)


Oleh :
Mujtahid Irfan Fauzi - B0122058 - Fak. Ilmu Budaya

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimanakah keterkaitan antarunsur struktural yang membangun sepuluh geguritan dalam antologi Cathetan Kanggo Lintang karya Irul S. Budianto menurut teori strata norma Roman Ingarden: (2) bagaimanakah bentuk kesedihan dalam sepuluh geguritan tersebut menurut perspektif Kübler-Ross: dan (3) bagaimana cara tokoh mengatasi kesedihan berdasarkan teori emotion-focused coping Lazarus dan Folkman. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural yang membangun pada sepuluh geguritan yang terdapat dalam antologi geguritan Cathetan Kanggo Lintang karya Irul S Budianto: (2) Mendeskripsikan bentuk kesedihan pada sepuluh geguritan dalam antologi geguritan Cathetan Kanggo Lintang karya Irul S Budianto berdasarkan teori Kubler Ross: (3) Mendeskripsikan cara tokoh dalam geguritan untuk mengatasi kesedihan pada sepuluh geguritan dalam antologi geguritan Cathetan Kanggo Lintang karya Irul S. Budianto berdasarkan teori emotion focused coping Lazarus dan Folkman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa antologi geguritan Cathetan Kanggo Lintang. Data dikumpulkan melalui teknik analisis isi dan dianalisis menggunakan teori strata norma, teori tingkatan kesedihan Kübler-Ross, serta teori emotion-focused coping Lazarus dan Folkman. Hasil dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) secara struktural, sepuluh geguritan menunjukkan keterkaitan erat antarunsur yang meliputi lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis dunia, dan lapis metafisis: (2) bentuk kesedihan dalam setiap geguritan bervariasi sesuai tahapan Kübler-Ross, yakni penyangkalan, marah, menawar, depresi, dan penerimaan: (3) cara tokoh mengatasi kesedihan juga beragam, meliputi penilaian positif, penekanan pada tanggung jawab, pengendalian diri, menjaga jarak, dan menghindarkan diri.