Abstrak


PENGARUH KEUANGAN DIGITAL TERHADAP VALUASI PASAR PADA PERUSAHAAN NON-KEUANGAN DI INDONESIA: PERAN MODERASI SENTIMEN INVESTOR DAN ANALISIS KOMPARATIF ( BUMN DAN NON-BUMN )


Oleh :
Lustry Saksena Karnain - F0422035 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Perusahaan non-keuangan di Indonesia telah didorong untuk memasukkan keuangan digital ke dalam model bisnisnya secara lebih aktif sebagai akibat dari pertumbuhan pesat teknologi keuangan digital setelah pandemi COVID-19. Tetapi penelitian saat ini belum mencapai kesimpulan tentang akibatnya terhadap valuasi pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana keuangan digital berdampak pada valuasi pasar perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2022 hingga 2025. Penelitian ini juga menyelidiki bagaimana sentimen investor berfungsi sebagai variabel moderasi dalam hubungan ini. Data panel yang mencakup 851 perusahaan non-keuangan dengan 3.404 observasi digunakan untuk menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Analisis data dilakukan menggunakan Fixed Effect Model dengan robust standard error dan Moderated Regression Analysis dan hasilnya menunjukkan bahwa keuangan digital berdampak positif dan signifikan terhadap valuasi pasar secara langsung. Ini mencerminkan Signaling Theory di mana pengungkapan inisiatif keuangan digital berdampak mengurangi asimetri informasi dan mendorong ekspektasi investor menjadi lebih baik. Sentimen investor juga berdampak positif dan signifikan terhadap valuasi pasar sebagai partial moderation, di mana pengaruh keuangan digital tetap signifikan meskipun sentimen investor rendah, namun pengaruh tersebut menguat secara signifikan seiring meningkatnya sentimen pasar, dengan kata lain efektivitas keuangan digital dalam menciptakan nilai diperkuat bukan sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan psikologis pasar. Bagi investor ritel di Bursa Efek Indonesia, waktu dan tempat pengungkapan keuangan digital tetap penting untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham, meskipun nilai fundamental dari inisiatif digital itu sendiri sudah memberikan kontribusi yang nyata terlepas dari kondisi sentimen pasar. Hasil estimasi terpisah pada sub sampel menunjukkan bahwa pola temuan pada kelompok non-BUMN sejalan dengan hasil full sample, sedangkan pada kelompok BUMN seluruh koefisien tidak signifikan secara statistik akibat keterbatasan jumlah observasi, meskipun besaran koefisiennya secara nominal lebih tinggi, mengindikasikan potensi pengaruh yang lebih kuat namun memerlukan sampel yang lebih besar untuk dapat dikonfirmasi.