Abstrak


Uji Efektivitas Formula Madu Terfortifikasi Protein Terhadap Berat Badan Mencit


Oleh :
Anindya Kusumastuti - V3723013 - Sekolah Vokasi

Berat badan merupakan parameter massa tubuh dalam satuan kilogram yang berfungsi memantau fisik seseorang. Pada balita berat badan adalah indicator dalam tumbuh kembang. Salah satu factor yang terjadi akibat berat badan yang tidak mencapai standar adalah stunting. Stunting di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan yang serius karena dipicu oleh malnutrisi berkepanjangan dan rendahnya asupan protein serta mikronutrien penting sejak masa kehamilan hingga balita, sehingga diperlukan inovasi nutrisi berbahan alam seperti madu, ikan gabus, ikan sidat, temulawak  yang kaya akan albumin, Omega-3, serta senyawa aktif peningkat nafsu makan yaitu curcumin, kemudian sayuran seperti brokolii dan wortel juga banyak mengandung vitamin dan serat yang baik untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas formula suplemen madu terfortifikasi protein dalam meningkatkan berat badan sebagai upaya preventif terhadap stunting.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, hewan uji yang digunakan adalah mencit betina dengan berat rata rata 20 gram. Hewan uji dibagi menjadi kelompok kontrol (Aquadest) serta tiga kelompok dosis perlakuan. Hewan uji diberikan sediaan selama 21 hari sesuai kelompok uji dan ditimbang berat badannya setiap harinya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan Fakultas Kedokteran. Analisis data dilakukan dengan software IBM SPSS Statistic 22, dimana data yang diperoleh akan diuji normalitas dan homogenitas dengan metode Shapiro-Wilk dan Levene’s Test. Hasil yang normal dan homogen akan dilanjutkan dengan One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil yang tidak normal dan homogen akan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan Post Hoc Mann Whitney.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol cenderung stabil, sementara kelompok perlakuan mengalami tiga fase pertumbuhan yang meliputi adaptasi stres, fluktuasi dinamis, dan fase pertumbuhan akhir. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa Dosis 3 yang memiliki perbedaan signifikan terhadap seluruh kelompok pembanding (p = 0,000). Hal ini mengindikasikan bahwa Dosis 3 merupakan dosis paling optimal dalam memicu anabolisme massa tubuh melalui stimulasi metabolik yang kuat. Dapat disimpulkan bahwa pemberian suplemen madu terfortifikasi protein secara signifikan mampu meningkatkan berat badan, dengan efektivitas tertinggi pada konsentrasi dosis maksimal.