Abstrak
SEKOLAH DI PAGI HARI, KERJA DI SORE HARI: REPRESENTASI DIRI SISWA SMA SEBAGAI PEKERJA ANAK DI SEKTOR INFORMAL
Oleh :
Katherina Rosseta Retnaningrum - K8422042 - Fak. KIP
Katherina Rosseta Retnaningrum. K8422042. Pembimbing: Dr.
Atik Catur Budiati, S.Sos., M.A. Sekolah di Pagi Hari, Kerja di Sore Hari: Representasi
Diri SiswaSMA sebagai Pekerja Anak di Sektor Informal. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Sebelas Maret, Juni 2026
Sebagian siswa SMA di Indonesia tidak
hanya menjalani peran sebagai pelajar, tetapi juga bekerja di sektor informal
untuk membantu perekonomian keluarga. Kondisi ini memaksa mereka mengelola dua
identitas sosial yang berbeda secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan presentasi diri siswa SMA sebagai pelajar dan pekerja
anak. (2) mendeskripsikan pengelolaan manajemen kesan sebagai pelajar di
sekolah dan pekerja dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data dalam penelitian
ini meliputi narasumber (guru BK, siswa dan atasan kerja siswa), peristiwa
(selama berkegiatan di dalam lingkungan sekolah dan tempat kerja informal).
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Uji validitas data dilakukan
dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dengan model
analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa SMA yang bekerja di sektor informal
mampu mempresentasikan diri sebagai pelajar dan pekerja secara bersamaan dengan
tetap menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta perilaku yang sesuai
dengan tuntutan masing-masing lingkungan, (2) pengelolaan manajemen kesan
melalui pengelolaan waktu, pemisahan peran, dan manajemen kesan sehingga siswa
dapat mempertahankan identitas sebagai pelajar di sekolah dan pekerja di tempat
kerja tanpa menimbulkan konflik peran yang berarti. Temuan penelitian
menguatkan teori dramaturgi Erving Goffman yang menjelaskan bahwa individu
menampilkan identitas yang berbeda sesuai konteks sosial. Siswa pekerja
menampilkan peran sebagai pelajar pada front stage sekolah dan sebagai
pekerja pada front stage tempat kerja, sementara proses persiapan dan
penyesuaian peran dilakukan pada back stage melalui strategi impression
management.