Abstrak
Evaluasi Percepatan Proyek Revitalisasi Pasar Cuplik Sukoharjo Tahap Kedua
Oleh :
Nur Arikhan Najmudin - I0120132 - Fak. Teknik
Proyek Revitalisasi
Pasar Cuplik Sukoharjo Tahap Kedua merupakan pekerjaan pembangunan 60 unit kios
pasar dengan nilai kontrak Rp2.396.755.200,00 dan durasi rencana 129 hari
kerja, dibiayai melalui Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran
2023. Selama pelaksanaan, kurva S menunjukkan deviasi negatif pada minggu ke-3
hingga ke-12 (mencapai -2,184% pada minggu ke-8) dan minggu ke-19 hingga ke-21,
meskipun proyek akhirnya terselesaikan tepat waktu melalui pemulihan jadwal
alami (natural recovery) dengan/tanpa
intervensi biaya tambahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi alternatif
percepatan (crashing) pada
aktivitas-aktivitas lintasan kritis menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO), sebagai instrumen audit kinerja
manajerial dan mitigasi risiko apabila kondisi pemulihan alami tersebut tidak
terjadi pada proyek serupa di masa mendatang.Data jadwal, Rencana
Anggaran Biaya (RAB), dan realisasi kurva S proyek di-input ke dalam software
Primavera P6 untuk menyusun baseline
serta menentukan lintasan kritis (float
= 0). Terhadap aktivitas kritis tersebut diterapkan dua alternatif percepatan,
yaitu penambahan jam kerja lembur (2,5 jam/hari) dan penambahan satu tenaga
kerja pada tiap aktivitas kritis. Setiap aktivitas dihitung crash duration, crash cost, dan cost slope,
kemudian di-crashing berurutan mulai
dari cost slope terkecil hingga
tercapai target durasi, lalu dibandingkan terhadap biaya dan durasi kondisi
normal.
Hasil analisis
menunjukkan alternatif penambahan jam kerja mempersingkat durasi proyek dari
129 menjadi 117 hari (lebih cepat 12 hari), dengan kenaikan biaya total sebesar
Rp125.470.756,67 menjadi Rp2.522.229.030,48. Alternatif penambahan tenaga kerja
mempersingkat durasi menjadi 124 hari (lebih cepat 5 hari), dengan kenaikan
biaya total lebih rendah, yaitu Rp45.899.875,39, menjadi Rp2.442.658.149,21.
Kedua alternatif meningkatkan biaya langsung namun menurunkan biaya tidak
langsung; penambahan tenaga kerja lebih efisien dari sisi biaya, sedangkan
penambahan jam kerja lebih unggul dari sisi kecepatan penyelesaian.