Abstrak


Representasi Perempuan dalam Novel Gadis Pantai (2000) Karya Pramoedya Ananta Toer : Kajian Feminis Pascakolonial


Oleh :
Aurelia Elfianda Salsabilla - B0222010 - Fak. Ilmu Budaya


Aurelia Elfianda Salsabilla. B0222010. 2026. “Representasi Perempuan dalam Novel Gadis Pantai (2000) Karya Pramoedya Ananta Toer : Kajian Feminis Pascakolonial”. Skripsi: Program, Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Alasan yang mendasari dilakukannya penelitian ini, yakni adanya sistem sosial yang menindas serta membungkam suara perempuan melalui relasi kolonialisme, patriarki, dan feodalisme Jawa yang menempatkan perempuan sebagai kelompok subaltern. Kondisi tersebut direpresentasikan melalui tokoh perempuan yang tidak memiliki kuasa atas tubuh, identitas, dan kehidupannya sendiri akibat dominasi kekuasaan laki-laki dan struktur sosial kolonial.Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (i) Bagaimana wujud representasi perempuan dalam novel Gadis Pantai (2000), (ii) Bagaimana pandangan Pramoedya Ananta Toer tentang wacana kolonialisme mengenai perempuan dalam novel Gadis Pantai (2000), dan (iii) Siapa subjek yang dihadirkan Pramoedya Ananta Toer dan apakah suara perempuan dalam novel Gadis Pantai (2000) dapat disuarakan? Tujuan penelitian ini mencakup tiga hal, yakni: (i) mendeskripsikan wujud representasi perempuan dalam novel Gadis Pantai (2000), (ii) mendeskripsikan pandangan Pramoedya Ananta Toer tentang wacana kolonialisme terhadap perempuan dalam novel Gadis Pantai (2000), dan(iii) mengidentifikasi subjek perempuan yang dihadirkan Pramoedya Ananta Toer serta menganalisis mengenai suara perempuan yang disuarakan atau justru malah dibungkam dalam novel Gadis Pantai (2000).Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan feminis pascakolonial. Data penelitian ini berupa kutipan narasi dan dialog yang terdapat pada novel Gadis Pantai (2000) karya Pramoedya Ananta Toer mengenai representasi perempuan terutama perempuan subaltern. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah novel Gadis Pantai (2000) karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunanakan untuk pengumpulan data melalui studi pustaka dan teknik baca catat. Metode interpretasi data menggunakan analisis isi dengan pendekatan feminis pascakolonial.Hasil penelitian ini adalah: (i) menunjukkan perempuan pribumi kelas bawah yang mengalami penindasan dan kehilangan hak atas tubuh serta kehidupannya akibat kolonialisme, patriarki, dan feodalisme, (ii) memperlihatkan bahawa perempuan pribumi mengalami penindasan berlapis melalui relasi kuasa kolonial yang membatasi kebebasan serta identitas perempuan, dan (iii) menunjukkan subjek perempuan yang dihadirkan yaitu perempuan kelas bawah dan suara perempuan tidak sepenuhnya disuarakan karen masih dimediasi oleh pengarang laki-laki.