Abstrak
Kajian Etnolinguistik terhadap Bahasa dan Budaya dalam Batik Khas Grobogan di Kabupaten Grobogan.
Oleh :
Muhammad Dicky Setiawan - B0122053 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian mengenai kajian etnolinguistik terhadap
ekspresi bahasa dan budaya dalam batik khas Grobogan memiliki tiga
permasalahan, yaitu: (1) bagaimanakah proses pembuatan batik khas
Grobogan di Kabupaten Grobogan?; (2) apa
sajakah bentuk satuan lingual ekspresi bahasa dan budaya yang terwujud dalam batik
khas Grobogan di Kabupaten Grobogan?; (3)
bagaimanakah makna kultural yang terwujud dalam batik khas Grobogan di
Kabupaten Grobogan?. Tujuan dalam penelitian ini meliputi:
(1) mendeskripsikan
proses pembuatan batik khas Grobogan di Kabupaten Grobogan;
(2) mendeskripsikan
bentuk satuan lingual yang terwujud dalam batik khas Grobogan di Kabupaten
Grobogan; (3)
mendeskripsikan makna
kultural yang terwujud dalam batik khas Grobogan di Kabupaten Grobogan.
Sumber data pada penelitian ini
ialah Informan yang terlibat dalam tradisi batik khas Grobogan yang berperan
sebagai sumber data lisan. Dokumen tulis serta gambar terkait batik khas
Grobogan menjadi sumber data tulis. Proses pembuatan batik menjadi sumber data
dalam kategori peristiwa. Data penelitian ini berupa satuan lingual terkait
alat, bahan, proses, motif, ornamen, dan pola pikir masyarakat dalam tradisi batik
khas Grobogan. Metode dan teknik yang digunakan dalam penyediaan data
menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik dasar dan lanjutan.
Metode analisis data menggunakan metode agih serta metode padan referensial
dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) untuk menganalisis makna kultural dan
pola pikir masyarakat.
Hasil analisis data dapat disimpulkan
sebagai berikut: (1) batik
khas Grobogan merupakan sebuah tradisi batik yang bergerak dari latar belakang
ekonomi dan budaya agraris masyarakat. Proses pembuatan batik khas Grobogan
meliputi beberapa tahapan, yaitu: mola, njiplak, nglowong, ngiseni, nembok, nyolet,
ngunci, nglorod dan mepe, (2) bentuk satuan lingual yang muncul dalam
tradisi batik khas Grobogan yaitu kata dan frasa, dengan kata sebagai bentuk
lingual yang mendominasi dibandingkan dengan frasa yang kemunculannya jauh
lebih terbatas, (3) Makna kultural masyarakat tercermin begitu kental akan
pengaruhnya dari budaya agraris. Motif yang diangkat mencerminkan nilai–nilai
syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah hasil bumi. Ajaran hidup yang
diwariskan oleh leluhur dibungkus melalui simbol syarat makna dalam motif
batik. Pola pikir yang berkembang pada kalangan pengrajin batik dapat dilihat
pada aspek pola pikir fitrah dan amanah, pola pikir ekologis, pola pikir
ekonomi, pola pikir estetika, dan pola pikir konstruksi gender tradisional.