Abstrak


Determinasi Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Layanan Pengelolaan Food Waste: Studi pada Generasi Muda di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta


Oleh :
Aulia Farah Ramadhani Y.i - F0122035 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Food waste merupakan persoalan lingkungan yang menjadi tantangan besar terutama bagi wilayah perkotaan, termasuk Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar (willingness to pay) layanan pemilahan sampah dalam upaya pengelolaan food waste pada generasi muda di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode Contingent valuation methode (CVM) dan Regresi Logistik Biner yang melibatkan 190 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (87,37%) menyatakan bersedia untuk membayar layanan pemilahan sampah. Dengan menggunakan metode CVM, rata-rata nilai WTP generasi muda diperkirakan sebesar Rp 23.443/bulan. Faktor-faktor yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar antara lain usia, persepsi kontrol perilaku, lokasi dan inovasi. Sementara faktor-faktor sosiodemografi (jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pengeluaran), faktor psikologis (sikap, norma subjektif, perilaku) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lokasi dan inovasi merupakan prediktor terkuat dalam mempengaruhi WTP. Responden yang tinggal di lingkungan kos dengan fasilitas pemilahan yang belum memadai justru menunjukkan WTP yang lebih tinggi, hal ini mengindikasikan adanya kesadaran terhadap kebutuhan perbaikan layanan. Selain itu, persepsi positif terhadap inovasi pengelolaan sampah menunjukkan bahwa generasi muda lebih menerima pendekatan teknologi yang menawarkan solusi nyata. Temuan ini diperkuat oleh hasil variabel persepsi kontrol perilaku yang berpengaruh negatif signifikan, di mana semakin tinggi kemampuan mengelola food waste secara mandiri, semakin rendah kesediaan mereka untuk membayar. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan fasilitas dan ketidakpercayaan pada sistem yang ada. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur layanan pemilahan sampah dan keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya pengurangan food waste yang lebih efektif, terutama melalui penguatan kesadaran, dan edukasi.