Abstrak
PERBAIKAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DESA CEPOGO
Oleh :
Yunda Apriani - S802402011 - Fak. Teknik
Pengelolaan sampah di pedesaan Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat meningkatnya volume sampah yang melebihi kapasitas infrastruktur dan rendahnya partisipasi masyarakat. Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, menghadapi kondisi serupa, di mana keterbatasan fasilitas dan rendahnya partisipasi rumah tangga berdampak pada efisiensi operasional dan keberlanjutan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemilahan sampah sekaligus merancang model perbaikan sistem pengelolaan sampah, menggunakan pendekatan mixed-methods yang mengintegrasikan analisis perilaku, ekosistem bisnis, perancangan ulang proses melalui Business Process Reengineering (BPR), dan simulasi finansial. Analisis terhadap 61 partisipan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa sikap masyarakat paling dipengaruhi oleh kesadaran dan pengetahuan lingkungan, yang selanjutnya menentukan niat dan perilaku pemilahan sampah. Peran pemerintah dan faktor situasional juga memengaruhi niat, meskipun faktor situasional tidak berpengaruh langsung terhadap perilaku aktual, sementara niat secara langsung memengaruhi perilaku pemilahan. Analisis sistem menunjukkan ketidakefisienan alur kerja, lemahnya kolaborasi antaraktor, dan ketiadaan regulasi formal menyebabkan sekitar 78% dari 94,72 ton sampah bulanan masih dibuang ke TPA, dengan potensi kehilangan nilai ekonomi Rp1.889.680 dari sampah anorganik yang tidak terpilah. Jika perbaikan yang diusulkan, yaitu edukasi masyarakat, pemberian insentif, penerapan regulasi pemilahan, penggunaan truk dua kompartemen, dan pelatihan petugas, dapat meningkatkan partisipasi sesuai tiga skenario, maka berpotensi mengubah kerugian menjadi surplus hingga Rp4.290.201/bulan, dengan periode pengembalian investasi sekitar 0,7 tahun. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi intervensi perilaku, kelembagaan, dan teknis untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah pedesaan yang berkelanjutan dan layak finansial, sekaligus memberikan panduan praktis bagi pemerintah desa dan BUMDes.