Abstrak
Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan Terhadap Pembentukan Niat Berwirausaha Digital dan Peran Moderasi Literasi Digital Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Jawa Tengah
Oleh :
Nida Balqis Nabila - K7622087 - Fak. KIP
Transformasi teknologi digital saat ini memberikan peluang baru di dalam dunia
kewirausahaan. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki niat kuat untuk
memulai usaha berbasis digital meskipun telah memperoleh pembelajaran
kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan
kewirausahaan terhadap niat berwirausaha digital dengan peran literasi digital sebagai
variabel moderasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas
Sebelas Maret, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei menggunakan
google form. Sampel yang digunakan adalah 200 mahasiswa yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. pengumpulan data melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan analisis regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis
(MRA) dengan menggunakan alat bantu aplikasi SPSS versi 25. Hasil dari penelitian
menunjukkan pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
niat berwirausaha digital mahasiswa. Hal ini ditunjukan dengan nilai koefisien
determinasi pengetahuan kewirausahaan yang mampu menjelaskan senilai 42,7% variasi
niat berwirausaha digital. Kemudian, hasil uji moderasi MRA senilai 0,049. Hal ini
membuktikan bahwa literasi digital mampu memperkuat pengaruh pengetahuan
kewirausahaan terhadap niat berwirausaha digital, meskipun tingkat penguatannya
tergolong lemah. Temuan ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan pengetahuan
kewirausahaan yang baik ditambah dengan memiliki kemampuan literasi digital,
cenderung memiliki keinginan yang lebih tinggi untuk memilih wirausahawan digital
sebagai pilihan karier. Berdasarkan uraian di atas, perguruan tinggi diekspektasikan tidak
hanya meningkatkan pembelajaran kewirausahaan, akan tetapi juga diintegrasikan ke
dalam praktik nyata. Alhasil perguruan tinggi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya
siap kerja, akan tetapi mampu membuka lapangan pekerjaan baru.