Abstrak


Respon Pembungaan Tanaman Kopi Terhadap Aplikasi Cycocel dan Sukrosa


Oleh :
Abigail Yedida Bernicke Aprilla Sandoyo - H0722001 - Fak. Pertanian

Kopi menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan negara Indonesia yang menjadi eksportir kopi terbesar ke-4 di dunia. Produksi kopi di Indonesia menghadapi kendala seperti kurangnya keserempakan pembungaan pada tanaman kopi serta kurangnya intensitas pembungaan .Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti cycocel dan penambahan sukrosa sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi cycocel dan sukrosa terhadap pembungaan pada tanaman kopi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Kopi Rakyat Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada bulan September hingga Desember 2025. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi cycocel (tanpa cycocel, 1000 ppm, dan 2000 ppm) serta konsentrasi sukrosa (tanpa sukrosa, 10 g/L, 20 g/L, dan 30 g/L). Parameter yang diamati adalah waktu muncul bakal bunga, jumlah bakal bunga, persentase nodusmuncul bakal bunga, jumlah bunga mekar, persentase muncul bunga mekar, jumlah bakal buah, dan persentase nodusmuncul bakal buah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%; apabila data signifikan, dilanjutkan dengan uji DMRT. Pemberian cycocel 2000 ppm dan tanpa sukrosa memberikan hasil jumlah bunga mekar terbanyak. Aplikasi cycocel 0 ppm menghasilkan jumlah bakal bunga serta persentase nodus muncul bakal bunga terbanyak. Aplikasi sukrosa faktor tunggal tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata.